OJK Kaji Kelayakan Hak Kekayaan Intelektual jadi Jaminan Kredit Bank

oleh -86 views

JAKARTA,rakyatjelata.com Terkait prospek dan kelayakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi jaminan kredit ke bank, saat ini masih dalam kajian OJK, khususnya terkait masalah valuasi, ketersediaan secondary market, appraisal untuk likuidasi HKI, dan infrastruktur hukum eksekusi HKI.

Dian Ediana Rae Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK menuturkan “Saat ini ekosistem HKI di pasar sekunder masih belum cukup kuat dan mekanisme penentuan valuasi sebuah HKI masih terbatas”.

Sedangkan bank harus mengetahui berapa nilai dari barang jaminan kredit. Sehingga dibutuhkan peran pemerintah dan pihak terkait untuk meng-address isu tersebut.

Kegiatan pemberian kredit atau pembiayaan sepenuhnya merupakan kewenangan bank berdasarkan hasil penilaian terhadap calon debitur.

“Adapun agunan atau jaminan
dalam penyediaan dana, baik berupa
kredit atau pembiayaan bersifat opsional
tergantung dari risk appetite bank
terhadap skema dan jenis kredit serta
kapasitas calon debiturnya”, jelas Dian

Setiap bank pasti memiliki kriteria pemberian kredit masing-masing dalam proses pengajuan dan persetujuan kredit. Salah satu yang biasanya ada dalam Risk Acceptance Criteria bank ialah prospek usaha dan kapasitas membayar calon debitur.

Selain itu, bank juga memiliki credit scoring yang dapat digunakan untuk menganalisa kemampuan bayar calon debitur. Selama calon debitur memenuhi kriteria yang ditetapkan bank dan dalam rentang risk appetite bank tersebut maka kredit dapat dipertimbangkan untuk disetujui. Tutupnya

id@

No More Posts Available.

No more pages to load.