rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Ini Yang Dilakukan Holding Perkebunanan Nusantara Kepada Vendor

avatar rakyatjelata.com

Jakarta,rakyatjelata.com - Kabar beredar yang telah berhembus kencang, ribuan rekanan PTPN III Holding Perkebunan di berbagai daerah dikabarkan menjerit semakin menderita. Hal itu dikarenakan sudah berbulan-bulan tagihan mereka terhadap perusahaan plat merah yang kunjung tak dibayarkan.

Sehingga ribuan vendor PTPN 1 hingga PTPN XIV mengalami kegelisahan yang berujung terancam pailit. Menurut informasi yang simpang siur keberadaannya, Kabag Keuangan diduga beralasan dan bingung dalam mencatatkan pembukuannya.

Baca Juga: Pengawasan Terhadap Campur Tangan LSM Asing dalam Pemilu dan Pilpres 2024 Perlu Diperkuat

Itu dikarenakan akibat dari peleburan anak perusahaan PTPN Holding menjadi Sub Holding Palm Co, Sugar Co dan Suporting Co atau Asset & Management Co, Jum'at (28/7/2023).

Untuk mendapatkan informasi kebenarannya, awak media rakyatjelata.com pun melakukan konfirmasi kepada Bambang Agustian selaku Corporate Secretary Holding PT. Perkebunan Nusantara Pusat di Jakarta.

Dalam konfirmasi rekam jejak sambungan melalui WhastApps, Kamis (27/7) Bambang mengungkapkan tidak membenarkan hal tersebut.

Bambang menjelaskan Holding Perkebunan Nusantara berkomitmen untuk terusmenjaga hubungan baik yang saling mendukung dengan para vendor sebagai mitra. PTPN Group memiliki komitmen yang kuat dalam menjalin hubungan yang baik dengan mitra bisnisnya (supplier/vendor). Dia pun menyadari bahwa vendor sebagai mitra bisnis, juga menjalankan usaha yang membutuhkan dana dan keuntungan untuk tetap survive.

Oleh karena itu PTPN Group selalu berupaya membayar tagihan yang diajukan mitra kerja secara tepat waktu ujar," Bambang.

Lebih lanjut bambang menyampaikan, bahwa Holding Perkebunan Nusantara telahmenandatangani perjanjian Repackaging Fasilitas Pinjaman Perbankan PTPN Grouppada 3 Juli 2023 lalu dengan empat debitur, yakni Bank Negara Indonesia (BNI) BankMandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Indonesia Eximbank. Penerimaan fasilitaskredit sindikasi ini dilakukan dalam rangka percepatan strategi korporasi, yaituintegrasi PTPN Group.

Baca Juga: Ada Apa KPK Panggil Sekjend DPR RI?

"Dengan adanya fasilitas kredit sindikasi ini, PTPN Group akan mampu mengoptimalkan pengelolaan utang dan memperkuat posisi keuangan perusahaan, serta mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan ungkap," Bambang.

Disamping itu Bambang juga menyampaikan, bahwa terkait utang di anak perusahaan pasca integrasi, manajemen telah mempersiapkan sistem akuntansi yang andal untuk pencatatan utang vendor yang akan dialihkan. Saat ini, sistem akuntansi berbasis ERP SAP itu telah diimplementasikan di PTPN Group.

Lebih detail Mengenai Holding Perkebunan Nusantara: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha agro bisnis, terutama komoditas kelapa sawit dan karet.

Perseroan tersebut didirikan pada 11 Maret 1996 dengan berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996. Pemerintah kemudian mengubah pengelolaan bisnis BUMN Perkebunan dengan menunjuk Perseroan sebagai induk dari seluruh BUMN Perkebunan di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2014 tanggal 17 September 2014.

Baca Juga: Rakyat Indonesia Harus Waspada, Siapa Pencetus Pemulihan Hak Kepada PKI ?

Sebagai perusahaan induk (holding company) BUMN di sektor perkebunan,Perseroan saat ini menjadi pemegang saham mayoritas 13 perusahaan perkebunan yakni PTPN Isampai dengan PTPN XIV, perusahaan di bidang pemasaran produk perkebunan yaitu PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) serta perusahaan di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN).

Saat ini Perseroan secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan. Produk komoditas Perseroan mencakup komoditas anak perusahaan cukup terdiversifikasi antara lain kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya masing-masing. Berdasarkan data per Desember 2021, areal tanaman PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan didominasi oleh tanaman kelapa sawit seluas 565 ribu ha, tanaman karet seluas 138 ribu ha, teh 30 ribu ha serta areal tebu sendiri seluas 52 ribu ha.

Perseroan saat ini tengah melakukan upaya-upaya transformasi bisnis baik di sektor budidaya tanaman perkebunan (on-farm), pengolahan tanaman perkebunan (off-farm) serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas dan efisiensi bisnis.(Ndro).

Editor : hendro