Warga Argasunya Keluhkan Biaya PTSL Sebesar Rp 750.000

oleh -906 views

CIREBON,rakyatjelata.com – Masyarakat Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon keluhkan adanya biaya pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL). 
“Pasalnya biaya pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL yang di pinta oleh para panitia penyelenggara sebesar Rp 750 ribu, hal ini tidak sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri Nomor 25/SKB/V/2017 tanggal 22 Mei 2017 yang disepakati Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agraria, mengapa ada biaya yang di bebankan kepada pemohon  PTSL, padahal untuk wilayah Jawa dan bali biayanya hanya sebesar Rp 150.000 untuk satu bidang tanah. Selasa (20/3/18)
Seperti yang dikeluhkan oleh beberapa warga, yang jelas tidak mau di sebutkan status dan namanya, “kami merasa keberatan karena untuk pembuatan sertifikat dari program PTSL sebesar Rp 750 ribu itu kemahalan kalau segitu dan memberatkan warga yang penghasilannya hanya buruh kuli angkut pasir seperti kami. tapi mau gimana lagi biarpun berat kami akan berusaha melunasi biaya itu dengan cara minta tempo, karena dari pihak panitia menekankan harus dan wajib menaati peraturan seperti itu.  warga di sini jarang yang bayar langsung lunas paling menyetorkan kepada panitia kisaran 400 ribu sampai 500 ribu dahulu, baru sisanya nanti kalau sudah ada uang” terang salah satu warga kepada awak media.
Hal ini juga dikeluhkan warga lain yang tergolong ekonominya tidak mampu, pihaknya ingin sekali membuat sertifikat tanah melalui program PTSL namun apa daya dengan di wajibkannya biyaya sebesar Rp 750 ribu oleh panitia, pihaknya merasa tidak mampu untuk memenuhi biaya  tersebut.
“Harapan masyarakat adanya berita ini supaya organisasi masyarakat atau paguyuban, perkumpulan masyarakat dan LSM melaporkan keluhan kami kepada  pihak berwajib, atau membantu kami warga Argasunya untuk mendampingi dalam mengadukan kepada penegak hukum. karena di nilai penarikan biaya PTSL sangat kental untuk kepentingan pribadi, 
” kami warga yang tidak mengerti hukum dan tidak tahu menahu dengan adanya aturan harus melaporkan kemana, maka kami berharap ada yang melaporkan atau setidaknya mendapingi kami untuk meneruskan masalah ini kepada pihak penegak hukum”  harapnya.
Informasi perihal pelayanan PTSL yang terjadi dibenarkan oleh ketua RW 07 kelurahan Argasunya merangkap sebagai panitia PTSL, bahwa benar adanya untuk pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL pihaknya meminta biaya sebesar Rp 750 ribu kepada masyarakat.

Ketua Rw membenarkan adanya biaya yang di minta panitia..

“hal ini telah disepakati oleh 11 RW, masalah peruntukannya lebih jelas konfirmasi kepada ketua paguyuban  pamaman ketua RW 03”  cetusnya kepada wartawan rakyatjelata.com 
Maman pun selaku ketua paguyuban RW sekaligus panitia penyelenggara PTSL  di kediamannya membenarkan, 
“biaya untuk pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL memang di bebankan kepada masyarkat Rp 750 ribu, biaya tersebut untuk poto copy pemberkasan, materai, patok pembatas tanah, seporandik, 100 ribu untuk upah panitia, yang di ingat hanya itu, kebetulan saya tidak pegang data rinciannya” pungkas maman. (dede s)

No More Posts Available.

No more pages to load.