Musrenbang Kelurahan Jemberkidul Serap Aspirasi Warga

oleh -50 Dilihat

JEMBER, rakyatjelata.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Jemberkidul Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember menyerap aspirasi masyarakat dalam memajukan daerahnya.

Musrenbang tersebut dilaksanakan di Balai Kelurahan Jemberkidul dengan diikuti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok perempuan, PKK, Ketua RT RW dan lainnya.

Lurah Jemberkidul, Abdul Khamil menyampaikan kepada Wartawan Rakyat Jelata bahwa musrenbang sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat.

“Aspirasi terkait pembangunan fisik maupun non fisik yang diusulkan oleh mereka,” ucap Abdul Khamil usai acara.

Para tokoh masyarakat itu mengusulkan perbaikan jalan, drainase, lampu PJU, dan lainnya yang kondisinya sudah rusak.

Ada juga usulan pembangunan non fisik oleh Koalisi Perempuan Indonesia (KPI). “Mereka mengusulkan tempat untuk berbagi atau sharing bila terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga (kdrt),” katanya.

Ada juga yang mengusulkan sosialisasi tentang pencegahan pernikahan dini. “Meskipun di sini masuk wilayah kota tapi pernikahan dini juga terjadi,” imbuh Khamil.

Sebagian juga mengusulkan kegiatan untuk mengembangkan UMKM. Sebagian besar penduduk di wilayah Kepatihan berprofesi sebagai pedagang. Sehingga sangat perlu untuk itu.

Suasana Musrenbang Kelurahan Jemberkidul

Hal yang mendesak untuk segera dikerjakan menurut Lurah Kepatihan yaitu normalisasi saluran drainase atau selokan sebab sekarang musim hujan. “Kami mendorong agar warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan selokan dan saluran air lainnya dan dipastikan tidak ada penyumbatan,” harap Lurah.

Dari berbagai aspirasi masyarakat baik yang berupa fisik maupun non fisik setelah ditelaah maka perlu ada skala prioritas. Kenapa? Musrenbang Kelurahan berbeda dengan Musrenbang Desa. Di Kelurahan tidak menyentuh anggaran tetapi hanya kegiatan saja. Semua bentuk pembangunan akan didanai langsung oleh pihak Kabupaten (OPD terkait).

Kasi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kecamatan Kaliwates, Drs Urip Soebandi mengatakan hal yang sama.

“Semua usulan akan kita teruskan ke tingkat Kabupaten tetapi tentunya Bupati punya keputusan dan kepentingan yang lebih besar. Dan perlu disadari bahwa anggaran untuk itu terbatas sehingga perlu skala prioritas,” pungkas Urip. (Sigit)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.