Kunci Sukses Pasar Syawal Kalisat, Angkat Potensi Ekonomi Lokal

oleh -69 Dilihat

JEMBER, rakyatjelata.com – Pasar Syawal Kalisat berlangsung ramai meski hanya semalam. Sejak sore masyarakat berbondong-bondong datang ke lapangan di samping Kantor Desa Sumberkalong, Sabtu, (14/5/2022).

Puluhan stan bertuliskan Pemkab Jember tertata rapi di pinggir lapangan. Masing-masing memajang produk unggulan UMKM tiap desa di Kecamatan Kalisat. Berbagai produk makanan, minuman, jajanan, busana kain hingga bunga yang begitu menarik perhatian pengunjung.

Di bagian utara lapangan ada panggung megah siap menampilkan peragaan yang ditunggu-tunggu warga. Sedangkan di pinggir jalan banyak orang berjualan berbagai aksesoris dan barang lainnya. Mereka bukan bagian peserta Pasar Syawal tetapi ikut meramaikan suasana.

Sedianya, Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST., IPU, hadir. Tetapi karena ada tamu dari luar kota, pembukaan diwakilkan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bambang Saputro, SH., M.Si.

Kadisperindag membacakan sambutan tertulis Bupati Jember.

“Pasar Syawal Kecamatan Kalisat adalah salah satu rangkaian beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat setelah terhenti karena pandemi Covid – 19,” tulis Bupati yang dibaca Bambang.

Pasar Syawal Kecamatan Kalisat diinisiasi oleh Camat Kalisat yang didukung penuh oleh Kepala Desa Sumberkalong dan diikuti tidak kurang dari 25 UMKM se-Kecamatan Kalisat.

“Kegiatan Pasar Syawal Kalisat diharapkan bisa membantu penjualan pelaku UMKM, sehingga kedepan dapat bertahan dan berkembang,” tutup Bupati dalam sambutannya.

Sementara Kadisperindag mendorong Pemerintahan desa Sumberkalong untuk bersinergi dengan Dinas terkait dalam memajukan ekonomi kerakyatan. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di desa tetapi bisa keluar sehingga omset bertambah. Bambang siap membantu pelaku UMKM desa Sumberkalong.

Kadisperindag mewakili Bupati Jember membuka Pasar Syawal Kalisat

Di bagian lain Camat Kalisat, Regar Jeane Dealen Nangka, S.STP., M.Si memberikan apresiasi kepada camat sekitar Kalisat.

“Tenda Pasar Syawal yang digunakan adalah milik Kecamatan Kalisat, Kecamatan Ledokombo, Kecamatan Sumberjambe dan Kecamatan Mayang sebagai bentuk sinergi, kolaborasi dan akselerasi antar kecamatan,” ujar Regar malam itu.

Muspika Kalisat dan Kadisperindag melihat salah satu stand

Sedangkan Kepala Desa Sumberkalong, Joko Siswoyo berucap, pada kegiatan Pasar Syawal ini menampilkan kreasi-kreasi dari dalam desa.

“Kami menampilkan produk telur asin, lukisan dan dekorasi serta kreasi lainnya,” kata Kades Joko Siswoyo.

Ia menyampaikan juga, acara itu didukung oleh desa-desa lain di kecamatan Kalisat. Mereka menampilkan produk unggulan masing-masing.

Desanya sendiri membuka 4 stan dengan produk kopi Cak Wang, onde-onde, getuk lindri dari sukun dan kue khas Bandung. Pemerintah desa Sumberkalong dan kecamatan Kalisat siap membantu dan memfasilitasi perijinan yang dibutuhkan oleh UMKM.

Daya tarik terbesar Pasar Syawal Kalisat itu ternyata di tampilan Kesenian Ludruk. Ludruk adalah kesenian tradisional yang masih banyak digemari masyarakat, sehingga bisa menjadi alternatif hiburan bagi warga Kalisat. Pemerintah kecamatan dan desa mendatangkan Sanggar Bintang Timur dari desa Sumbermalang kecamatan Sumberjambe. Masyarakat sudah haus hiburan sejak terkena pandemi.

Warga duduk di tanah menyaksikan pagelaran ludruk

Panitia sukses menggabungkan kesenian dengan pasar UMKM menjadi satu event. Hasilnya luar biasa. Masyarakat antusias datang. Bahkan mereka bersiap hingga pagi sampai selesainya ludruk. Ada yang membawa tikar, sarung atau selimut. Bahkan ada juga yang membawa bantal kecil sebab mereka juga mengajak anak-anak.

Gambaran transaksi ekonomi Pasar Syawal seperti stan kopi Cak Wang yaitu terjual 500 cup. Demikian pula jajan gorengan, pembeli harus rela antri. Stan kain dan busana juga dijejali pengunjung.

Pemain gamelan kesenian ludruk Bintang Timur

Menjelang malam, usai seremonial pembukaan, warga sudah bersiap duduk di tanah menyaksikan gelaran ludruk dengan bahasa Madura.

(Sigit)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.