Dirlantas Polda Jatim Terapkan Uji Coba Tilang Elektrik

oleh -219 views

Surabaya, Rakyatjelata.com

Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan S.I.K., M.M didampingi Kasubdit Gakkum Dan Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim melaksanakan Press Release terkait Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) merupakan sistem penegakkan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknologi informasi dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis (Automatic Number Plate Recognition).
Rekaman E-TLE dapat digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu lintas.

Uji coba sistem E-TLE akan mulai diberlakukan mulai besok (Selasa 7/1/2020) dengan 25 titik yang ada di Surabaya. Dalam paparannya, qKombes Budi menjelaskan uji coba selama 7 hari ke depan dengan menargetkan 100 pelanggar lalu lintas dalam tiap harinya.
“Tentu dalam hal ini kami sudah berkordinasi dengan Dishub dan Walikota. Di Surabaya sendiri ada 757 titik kamera dan nantinya semuanya akan tersambung dengan E-TLE,”jelas Budi.

Jadi untuk pengendara Masyarakat Surabaya harus berhati hati dalam berkendara, jika ketahuan oleh kamera E-TLE maka akan didatangi surat tilang atas nama TNKB yang bersangkutan. Jika tidak segera mengkonfirmasi posko Gakkum yang bertempat di Siola dan KP3 ataupun melalui Website : etle.jatim.polri.go.id. maka STNK akan terblokir.

Untuk pengendara yang terbukti melanggar bisa membayar denda melalui Bank BRI dengan cara mengakses kode Briva yang tertera di surat tilang. Jika tidak membayar maka secara otomatis saat pembayaran pajak nanti STNK akan terblokir.

Adapun Manfaat E-TLE :
-Terwujudnya efektivitas gakkum, jaminan asa transparansi, kepastian hukum yang dibuktikan secara scientific berdasarkan rekaman hasil bukti pelanggaran.

-Sebagai bentuk kontribusi Polri dalam mewujudkan Surabaya menuju smart city dan sejalan dengan reformasi birokrasi.

– Meningkatkan PAD Provinsi Jawa Timur dari sektor pajak ranmor khususnya bea balik nama (E-TLE memberikan dampak tertib administrasi kepimilikan ranmor)

– Meningkatkan budaya tertib masyarakat dalam berlalu lintas, yang merupakan deterrence effect dari adanya sistem E-TLE.

– Turut serta dalam mensukseskan program Pemerintah kota Surabaya“JOGO SUROBOYO”, dalam menekan pelanggran lalu lintas dan identifikasi kenderaan yang terlibat tindak pidana (curanmor dan pelaku tindak pindak) di jalan raya.

Pelanggaran Yang Terdeteksi oleh E-TLE adalah :

a. Pelanggaran apil / traffic light (menerobos lampu merah)

b. Pelanggaran marka jalan

c. Pelanggaran batas kecepatan

d. Tidak mengenakan sabuk keselamatan menggunakan ponsel saat

berkendara. (kkh)