Di Trenggalek Keluarga yang Bisa Menjaga Kesehatan Dapat Insentif Daerah

oleh -79 views

Trenggalek,rakyat jelata.com
Program baru Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin benar-benar direalisasikan. Keluarga pra sejahtera yang mampu menjaga kesehatan keluarganya diberikan insentif daerah Senin (10/5/2021).

Lazimnya yang sakit dan tidak mampu baru mendapatkan bantuan pemerintah. Paradigmanya dibalik oleh Bupati Trenggalek, bagi mereka yang bisa menjaga kesehatan keluarganya dengan menerapkan pola-pola hidup sehat mendapatkan bantuan dari pemerintan.

Dengan begitu angka orang sakit dan harus mendapatkan perawatan rumah sakit dapat dicegah dan ditekan. Pola hidup sehat yang menjadi alasannya untuk menjaga kesehatan mereka agar senantiasa terjaga.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, dr. Saeroni, MMRS mengatakan ada 12 indikator yang harus dipenuhi agar keluarga berhak mendapatkan insentif ini Tujuan utama dari program ini lanjut mantan Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek .

“mencegah orang untuk tidak sakit dengan menerapkan pola hidup sehat
Bagi keluarga usia subur yang mengikuti program keluarga berencana, kecuali yang belum mempunyai anak menjadi salah satu syarat,” ucapnya Dr.saeroni

Hal ini ditujukan untuk mencegah kelahiran anak tidak di inginkan sekaligus menjaga jarak ideal anak serta 2 anak cukup sesuai himbauan pemerintah.

Indikator lain melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan, asi eksklusif guna cegah stunting dan masih banyak indikator yang lainnya. Ada petugas Dinas Kesehatan yang menilai ini dan masyarakat yang memenuhi kriteria berhak mendapatkan insentif derah.

“Bantuannya berupa kartu sehat yang nilainya sebesar Rp. 200 ribu setiap bulan. Kartu ini bisa dibelanjakan kebutuhan pokok di depo-depo yang telah disiapkan,” ungkapnya

Ada sebanyak 60 keluarga beruntung di Kecamatan Munjungan mendapatkan bantuan ini. Secara simbolis kartu sehat ini diserahkan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Balai Desa Munjungan.

“Mari kita balik paradigmanya, karena seenak enaknya orang sakit mendapatkan bantuan, tentunya lebih enak sehat mendapatkan bantuan,”
tutupnya (red/ag)