Rongrong Uang Negara Milyaran Rupiah , FKMS Desak Kemenkeu Segera Cabut Ijin Impor Sementara Mobil Mewah !!

oleh -1.071 views

JAKARTA,Rakyatjelata – Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS), hari ini Kamis (25/07/19) mendatangi kantor Kemenkeu mendesak Menteri Keuangan untuk mencabut ijin impor sementara mobil mewah merek Lamborgini, seperti yang telah di kutip dalam pres rilis FKMS menjelaskan, Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No: 178/PMK.04/2017 tentang Impor Sementara di duga oknum Bea Cukai kongkalikong dengan Importir PT Kreasi Lancar Orientasi Prima,

“Dimana akibat ulah tersebut, Negara berpotensi kehilangan pendapatan minimal sebesar Rp. 287.541.960.000,00. Sebuah nilai yang teramat kecil bagi institusi Bea Cukai yang setoran kepada kas negara bisa mencapai Rp.200 Trilyun lebih, namun sebuah nilai yang teramat besar karena itu bisa untuk membeli 1.400 mobil standart 1500 cc.” ungkap Korlap FKMS.

Lanjutnya, “Adapun hal-hal yang menjadi dasar kami mendesak Menteri Keungan mencabut ijin impor sementara mobil mewah Lamborgini dengan dalih di pergunakan untuk pameran namun kenyataanya di perjual belikan oleh importir nakal tersebut, seperti yang relah kita ketahui bersama FKMS
pada 12 April 2019 lalu, telah berunjuk rasa di depan kantor Kemenkeu menuntut Dirjen Bea Cukai dan Direktur Penindakan supaya di copot karena pejabat inilah garda utama yang di duga meloloskan masuknya impor mobil2 mewah tersebut.” jelas Sutik.

Tak hanya itu, aktifis berjiwa lembut ini menambahkan, “Hingga sampai saat ini terhadap aksi kami tidak ada tindak lanjutnya, kami menduga kegiatan penyelundupan berkedok impor sementara tetap berjalan, Bahwa dugaan kami di dasarkan atas sebuah peristiwa tertangkapnya sebuah mobil mewah oleh operasi rutin Dirlantas Polda Metro Jaya, seminggu sebelum kami aksi.” imbuhnya.

Dalam operasi didapati sebuah mobil mewah merek Lambhorghini yang tidak dilengkapi dengan surat-surat, usut punya usut mobil mewah tersebut adalah barang yang di impor sementara oleh PTKLOP.
Bahwa PTKLOP sejak 2018 tercatat sekitar 58 kali melakukan Impor sementara berbagai merek, terbanyak merek Lambhorgini, dan beberapa mobil bahkan mendapatkan perpanjangan, dalam keterangan ijin diketahui bahwa impor sementara tersebut digunakan untuk pameran.

Dimana salah satu lokasi pameran yakni Kota Malang, Setelah melakukan investigasi dalih pameran mobil mewah tersebut tidak ada, Bahwa PTKLOP selama ini dikenal sebagai perusahaan yang aktif mengikuti kegiatan lelang pengadaan barang dan jasa terkait pengadaan pameran ( event organizer) dan hanya pernah menang sekali, selebihnya hanya sebagai peserta.

Bahwa PTKLOP bukan perusahaan dengan omset yang besar, maka kuat dugaan tidak memiliki kemampuan menyerahkan jaminan sebagai diatur dalam permen Nomer: 178/PMK.04/2017. Sehingga di keluar Keputusan menteri terkait impor sementara kuat indikasi bodong.

Dalam setelah dimuatnya berita terkait proses import tersebut, pihak PTKLOP yang di wakili oleh staff nya berinisial (AG) membenarkan adanya impor tesebut, namun ada beberapa tikungan bahwa ada pesaing dalam bisnisnya.

“Memang ini ada permainan dari saingan bisnis kami, dan ino bukan urusan terkait politik.” paparnya kepada awak media saat berbincang melalui selular.

Dari keterangan tersebut, Bahwa PTKLOP membawa mobil mewah untuk sebuah Showroom bernama Prestige motor di Daerah Pluit Jakarta Utara. Dimana showroom tersebut dimiliki pengusaha muda yang bernama berinisial (RS) yang memiliki jaringan luas dikalangan elit dan penguasa

Bahwa adanya ketentuan untuk impor sementara mendapatkan pembebasan dan atau keringan PPNBM, PPN dan pajak Impor. Sehingga membuka ruang adanya kongkalikang mendatangkan barang melalui mekanisme Impor sementara.

Selain itu pemberian ijin untuk pameran juga sangat tidak tepat mengingat, mobil masuk kategori mobil angkutan pribadi/orang sehingga seharusnya berlaku permen Nomor 178/PMK.o4/2017, pasal 4 ayat 1 poin J dan poin r. Yang mana kenndaraan tersebut dipergunakan oleh orang asing yang berada di kawasan pabean.

Karenanya kepmenkeu yang dikeluarkan harus batal demi hukum.
Bahwa untuk keperluan pameran bisa impor sementara hanya untuk
mesin dan peralatan untuk kepentingan produksi atau pengerjaan proyek infrastruktur ;
barang yang d igunakan untuk melakukan perbaikan
barang yang digunakan untuk melakukan pengetesan atau pengujian, diberikan keringanan bea masuk.

Dengan harga rata-rata setiap unit dipasaran Indonesia Rp.7.5 Milyar, maka seharusnya negara mendapat pendapatan sebesar
= [(Rp.7.5m/2,95) X 1,95] = Rp. 4.957.620.000,00 untuk setiap unitnya
Dan bila ada 58 unit maka total kerugian sebesar
= Rp. 4.957.620.000,00 X 58 = Rp. 287.541.960.000,00
oleh karena itu, dalam pengaduan ini kami meminta asanya Pencopotan oknum Bea Cukai yang terlibat
Pembekuan semua operasi PT Kreasi Lancar Orientasi Prima
Menyita semua mobil impor sementara
Demikian rilis kami, semoga langkah kecil ini dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia yang sedang berjuang untuk mengatasi defisit yang berkepanjangan.” pungkasnya. (Sam/Red)