Refleksi Lebaran Zaman Now, Semakin Mudah Semakin Hilang

oleh -1,216 views

GRESIK,rakyatjelata.com Tiwas dicepaki jajan nak mejo, tibake njalok sepurone lewat hp ( sudah disiapkan kue kue diatas meja, ternyata meminta maafnya lewat HP ). Kalimat tersebut sangat sederhana, simple, dan tidak berlebihan, terungkap apa adanya.

Akan tetapi, jika dicermati dengan sangat mendalam, kalimat yang sekarang menjadi viral, sebenarnya menyakitkan apabila benar benar kita merenungi makna yang tersembunyi. Era sekarang atau lebih keren dengan sebutan “Zaman Now”. Berlebaran dengan saling mengucapkan kata mohon maaf pada saat lebaran semakin jauh dari essensi kembali bersilaturrami.

Era 80 – 90 an, lebaran masih sangat kuat dengan nilai nilai budaya masyarakat, pada bulan Ramadhan misalnya, masih riuh dengan klotekan sahur dengan bamboo atau peralatan apa adanya, dan menjadi dunia tersendiri bagi anak-anak, jika menjelang lebaran, masyarakat masih meyakini megengan ( selamatan ), dan “ater-ater” sebuah tradisi berbagi rejeki berupa makanan kepada tetangga kanan kiri, dan inipun menjadi dunia yang mengasyikan bagi anak anak. masyarakat pasti memiliki kesedihan yang sangat kuat apabila tidak bertemu dengan sanak family, handai taulan, kerabat, tetangga kampong. Dan untuk bisa pulang kampong kadang harus menabung dari hasil uang tambahan.

No More Posts Available.

No more pages to load.