Ratu Pantai Selatan Mitos dan Keyakinan

oleh -4,097 views

SURABAYA,rakyatjelata.com – Setelah membaca cerita rakyat tentang asal mula Ratu Pantai Selatan, berkembang cara pandang dan keyakinan tentang Ratu Pantai Selatan atau NYI Roro Kidul, menjadikan banyak kontroversi. Sebagian masyarakat mengganggap sebagai cerita/ dongeng, ada yang menyatakan itu mitos dan ada yang percaya serta meyakini bahwa sosok Ratu Pantai Selatan itu ada.
Melihat fenomena ini, tergantung dari pemahaman juga keyakinan pada individu masing”.
Di sebut Mitos karena Ratu Pantai Selatan di percayai memiliki kekuasaan dan kekuatan yang luar biasa di Pantai Selatan dan di percayai orang tua dahulu.
Dianggap Mitos hanya bagi yang tidak mempercayainya, karena selalu ada pertanyaan :
– Mengapa berbaju hijau tidak warna yang lainnya,??? dan
– Mengapa hanya menguasai laut Selatan saja tidak di Utara,atau Timur juga Barat ???
Jika sudah tidak meyakini tentu saja dianggap Mitos, bahkan hanya dianggap dongeng, padahal kalau hanya Mitos mengapa para sesepuh dahulu membuat sastra tentang Ratu Pantai Selatan seperti Serat Wedatama, Babad tanah Jawa, bahkan ada juga tarian yang sangat sakral di Jogja dan Solo setiap ada perhelatan Jumenengan para Raja” yaitu Tari Bedaya Ketawang.
Ini bukan mitos tapi sebuah Keyakinan, bahwa Ratu Pantai Selatan/ NYI Rara Kidul itu Ada, bukan sekedar dongeng, karena dongeng yang tertulis tadi hanyalah bualan.
Bahkan ada ritual Larung saji di pantai selatan, sudah berabad abad itu ada, karena ini Keyakinan yang telah ada Ribuan tahun yang lalu.
Kita flashback ke sejarah dahulu,
Pada masa Jaman Para Wangsa sampai Kerajaan, bangsa kita sudah memiliki keyakinan animisme dan dinamisme, sebagai keyakinan asli kemudian masuknya agama Budha dan Hindu.
Pada keyakinan Animisme dan Dinamisme para leluhur kita Percaya bahwa Bumi di jaga oleh Seorang Dewi sebagai Ibu sedangkan angkasa di Jaga seorang Dewa sebagai Bapak.
Sering kita mendengar orang tua atau Simbah kita menyebutkan Ibu Bumi Bapa Angkasa, atau Ibu Pertiwi, Bapa Langit, Laut berada di bumi, maka lautpun di jaga oleh Ibu atau seorang Dewi.
Filosofinya Langit menurunkan hujan yang dianggap sebagai Bapak/ Dewa membuahi ibu/ Dewi jatuh ke bumi, maka akan tumbuh benih” kehidupan di alam bumi ini, air hujan di tampung di lautan yang luas.
Agama Budha masuk ke Nusantara alirannya Tantra, Budha Tantra mengenal Dewi Tara.
Dewi Tara juga merupakan lambang dari belas kasih serta kehampaan (Śūnyatā, ketidak beradaan dan ketidak kekalan duniawi) yang diajarkan dalam agama Budha.
Secara umum dikenal adanya 21 perwujudan Dewi Tara.
Perwujudan paling banyak dikenal adalah Tara Putih Merah Hitam dan Hijau. Tara Hijau diyakini berada di Selatan, merupakan penolong yang tangkas bagi mereka yang memanjatkan permohonan kepada Dewi Tara Hijau, selain tangkas dan cepat dalam menanggapi doa dan permohonan, Dewi Tara juga aktif dalam membantu kita untuk meminimalisir rintangan yang ditempuh oleh kita dalam mempraktekkan Dharma..
Dalam agama Hindu Dewi Tara adalah dewi yang kedua di antara sepuluh Mahawidya (Dewi Kebijaksanaan).
Menurut tradisi Tantra, ia merupakan penjelmaan dari Mahadewi Kali , Dewi Durga atau bahkan Parwati.
Dalam agama Hindu mengenal Dewa Baruna sebagai Penguasa Lautan, merupakan manifestasi dari Dewa Wisnu.
Dewi Tara di sebutkan pada .Candi Kalasan dimuat dalam Prasasti Kalasan dengan angka tahun 700 Saka atau 778 M.
Prasasti ini ditulis dengan bahasa Sansekerta dan menggunakan huruf pranagari. Pada prasasti tersebut menyebutkan bahwa para pendeta Wangsa Syailendra memberi saran kepada Maharaja Tejapurnama Panangkrana untuk mendirikan sebuah bangunan suci yang digunakan untuk memuja Dewi Tara serta biara untuk pendeta Buddha.
Perpaduan Animisme Dinamisme serta Budha dan Siwa ( Hindu) di yakini Penguasa Laut Selatan adalah seorang Wanita / Dewi/ Ibu berpakaian Hijau yang kita sebut Ibu / Ratu Pantai Selatan juga Manifestasi dari Dewi Parwati menjadi Dewi Durga dan Dewi Sakti.
Dewi Parwati, Dewi Durga, Dewi Sakti, Dewi Tara, Ratu Pantai Selatan/ Ratu Kidul adalah lambang seorang Wanita juga sosok Ibu yang harus dipuja , karena Ibu akan selalu menjaga dan melindungi anak anaknya.
penulis :  Rr. Merry Tri Radmani / redaksi.

No More Posts Available.

No more pages to load.