Pusat Kuliner Blauran Sepi, Pedagang Resah.

oleh -1,152 views

SURABAYA,rakyatjelata.com – Pusat Kuliner Blauran Sepi, Pedagang Resah meski hingga kini masih bertahan existensinya, sedangkan volume pengunjung di Pasar ini semakin melemah, tetapi para pedagang ini tetap bertahan hingga saat ini. pusat perbelanjaan yang sejak dulu berdiri ini menawarkan kepada masyarakat suguhan kuliner khas Jawa Timuran. banyak jenis makanan khas tersedia di tempat ini, seperti rujak cingur, gado gado, dawet dan lainnya. Sabtu (26/5/18)

Dari awal Pasar ini berdiri harga sewa tak pernah berubah. harga yang di kenakan berkisar Rp 600.000 sejak awal hingga kini. menurut informasi yang di dapat oleh rakyatjelata.com penjual makanan saat ini sedikit khawatir dengan kondisi yang terjadi. jika dahulu kala harga sewa sejumlah itu masih bisa di jangkau, sebab volume pengunjung padat, namun sekarang untuk bertahan saja sudah bagus.

nampak suasana pasar blauran yang sepi pengunjung ( doc foto kiki/red )

“Saya berjualan di sini sudah 20 tahun. kalau dulu harga sewa Rp 600.000 masih bisa di jangkau, karena pembeli banyak. melihat kondisi pasar yang bersebelahan dengan plasa akhir akhir ini pengunjungnya sepi. jadi sewa segitu menjadi agak berat, buat muter dagangan saja sudah bagus mas” keluh Mak Yah.

Memang tak seperti biasanya, ketika awak media menelusuri  lokasi pasar yang dikenal oleh masyarakat dengan makanan khas jawa timuran memang sedikit sekali pengunjung yang hadir di tempat itu. pasar tradisional yang bertahan sejak lama ini di rasa perlu adanya pembenahan dalam memberikan ruang yang nyaman bagi para pengunjung. agar nuansa yang di dapatkan oleh penikmat kuliner dapat menambah daya beli masyarakat terhadap para penjaja makanan yang ada.

Melihat kondisi pasar tradisional yang pernah jaya tersebut, harusnya pemerintah melakukan recoverisasi atau pembaharuan terhadap tata bangunan pasar, sehingga daya saing pasar tradisional yang berada dipusat kota ini sangat baik bila dibandingkan dengan plasa yang ada didepannya. Keberadaan Pasar Blauran ini tidak lepas juga dari perjalanan kota surabaya yang semakin lama semakin padat dengan masyarakatnya yang maju.(kiki/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.