Program KOTAKU Desa Karangmangu Kuningan Menuai Polemik Warga

oleh -2,049 views

KARAWANG,rakyatjelata.com – Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) diharapkan menjadi “platform kolaborasi” yang mendukung penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 38.431 Ha yang dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia melalui pengembangan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, penguatan kelembagaan, perencanaan, perbaikan infrastruktur dan pelayanan dasar di tingkat kota maupun masyarakat, serta pendampingan teknis untuk mendukung  tercapainya sasaran RPJMN 2015-2019 yaitu pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0% (persen).
Kali ini giliran desa Karangmangu Kecamatan Karamatmulya Kuningan Jabar diberikan kesempatan menjalankan program KOTAKU dengan anggaran sebesar 1,2 milyar diharapkan desa ini terbebas dengan kata kumuh.

“Pelaksanan kegiatan pekerjaan pihak panitia selalu sosialisai dengan warga dan meminta persetujuan dalam pelaksanaan pekerjaan, melalui berita acara bersama dengan warga setempat  serta selalu transparan terhadap publik dalam pelaksanaan pekerjaan maupun tentang anggaran”, jelas Sepi, selaku ketua BKM pelaksana program KOTAKU desa karangmangu.
Lanjutnya,  pihaknya selalu koordinasi dengan pihak aparatur desa namun harap Sepi pihak aparatur desa jangan ikut campur masalah program KOTAKU, biarkan masyarakat yang mengelola. Sindir Sepi kepada aparatur desa,  ihatlah bangunan bangunan didesa tau sendirilah,  makanya saya berontak pak, apa-apa lari kepada kita minta bantuan, tapi dikantongin, (01/11).
Namun keterangan Sepi ini berbeda dengan letusan warga desa Karangmangu, warga merasa pihak panitia penyelenggara KOTAKU dalam pembuatan irigasi air dan pengecoran jalan di gang saluyu pihak panitia tidak mengadakan berita acara persetujuan warga, ketidak transfarananpun terlihat dalam papan pekerjaan pengaspalan jalan, tidak tertulis volume panjang lebar keseluruhan.

Masih menurut warga, dengan adanya pembangunan irigasi air digang saluyu beberapa warga merasa dirugikan yang tadinya jalan bisa masuk akses kendaraan roda empat dengan adanya pembangunan irigasi air kini badan jalan menjadi menyempit hal hasil tidak bisa dilewati  kedaraan roda empat.Awalnya pembutan saluran air di gang saluyu warga menolak dikarnakan sadar badan jalan akan menyempit,  namun janji dari  ketua BKM pak Sepi akan menutup saluran air, akhirnya warga mensetujuinya,  namun janji Sepi kepada warga sampai saat ini tidak terbukti. ditambah ada bangunan pagar rumah yang di bongkar namun pihak panitia KOTAKU tidak bertanggung jawab untuk pemperbaikinya lagi.
 
Tambah warga,  pembangunan pengecoran jalan digang saluyu harunya ketebalan 10cm namun kenyatan ada yang ketebalan 7cm sampai 5cm, keluhnya kepada rakyatjelata.com.
Hal menganehkan pun terjadi saat rakyatjelata.com, konfirmasi terkait volume kegiatan pembangunan saluran irigasi air dan peng hot mix an jalan, Sepi, selaku ketua lupa mengenai volume kegiatan tersebut. (Dede/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.