Penerjunan Mahasiswa FKIP UNEJ dalam KKPLP dan ASJAR, Bupati Hendy Apresiasi

oleh -806 views

JEMBER, www.rakyatjelata.com – Bupati Jember, Ir H Hendy Siswanto, ST.,IPU bersama Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ) menerjunkan ribuan mahasiswa dalam program KKPLP (Kuliah Kerja Pengenalan Lapangan Persekolahan) dan ASJAR (Asistensi Mengajar). Penerjunan mahasiswa FKIP UNEJ dilaksanakan di Alun-alun Kota, Jum’at, (29/7/2022) dan juga disaksikan oleh Kapolres Jember, AKBP Heri Purnomo, SIK., SH, Kepala Cabang Dinas, Kepala Dinas Pendidikan dan ketua program KKPLP dan ASJAR 2022.

Bupati Jember memberi sambutan

Bupati Hendy mengapresiasi program tersebut. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, “Tugas adik-adik mahasiswa dalam program KKPLP dan ASJAR ini adalah mengembalikan dunia pendidikan ke dalam proses pendidikan yang sebenarnya setelah dua tahun kita dilanda pandemi covid-19. Esensi belajar itu adalah tatap muka antara guru dan murid,” ucap Bupati.

Bupati juga menyentil, bahwa masih ada 44.000 -an penduduk Jember yang masih buta huruf. Kebanyakan dari mereka sudah berusia lanjut. Ia berharap para mahasiswa meluangkan waktu mengajari mereka baca tulis.

Mahasiswa FKIP UNEJ siap meluncur ke sekolah sasaran

Sementara itu, Ketua pelaksana program, Slamet Hariyadi, dalam laporannya menyampaikan, KKPLP menyasar 22 SD dengan 126 mahasiswa, 8 SMP dengan 102 mahasiswa, 13 SMA dengan 321 mahasiswa, dan 10 Lembaga Luar Sekolah 84 mahasiswa. Total 53 sasaran sekolah dan lembaga non sekolah dengan jumlah mahasiswa 633.

Program ASJAR menyasar 11 TK dengan 94 mahasiswa, 5 SD dengan 53 mahasiswa, 5 SMP dengan 62 mahasiswa, 5 SMA dengan 155 mahasiswa, 1 SMK dengan 24 mahasiswa, 1 Lembaga luar sekolah dengan 5 mahasiswa. Total 28 sasaran dengan total 388 mahasiswa.

Total mahasiswa program KKPLP dan ASJAR dari Universitas Jember sejumlah 1.021 mahasiswa dengan 81 sekolah dan Lembaga luar sekolah.

Penerjunan mahasiswa program KKPLP dan ASJAR ditandai dengan pelepasan burung merpati

Di luar acara seremoni, Prof Dr Bambang Soepeno, M.Pd, mengapresiasi Bupati Jember yang berkenan menerjunkan mahasiswanya itu.

Ia menjelaskan perbedaan program KKPLP dengan ASJAR. Mahasiswa FKIP berbeda dengan mahasiswa fakultas lain dalam hal Kuliah Kerja Nyata.

“KKN di FKIP ini tidak berdiri sendiri tapi digabung dengan praktek lapangan dengan nama KKPLP. Kenapa? Karena FKIP menyiapkan tenaga profesional guru,” ungkap Prof Bambang.

Sedangkan ASJAR, merupakan kebijakan dari Kementerian Dikti, dalam hal ini Mas Mentri Nadiem Makarim, dimana mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah di luar kampus dengan bobot setara 20 SKS selama 1 semester.

Tujuannya adalah untuk menambah pengalaman calon lulusan FKIP UNEJ. “Biar mahasiswa FKIP tidak hanya mendapat tranformasi ilmu pengetahuan di Fakultas saja tetapi siapa tahu dari Lembaga lain lebih baik dari UNEJ dan bisa kita adopsi,” terang Dekan senior di UNEJ itu.

(Sigit)

No More Posts Available.

No more pages to load.