rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Diduga Sajikan Buah Jeruk Busuk MBG Yayasan Garuda Adidaya Nusantara Berpotensi Di Tutup

SAMPANG | rakyatjelata.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin asupan pangan sehat bagi anak-anak kembali menuai sorotan serius kamis,(15/01/2026)

Kali ini, dugaan penyajian buah jeruk busuk dan berulat mencuat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjar Talela yang dikelola oleh Yayasan Garuda Adidaya Nusantara.

Baca Juga: MBG Dipersoalkan Antara Program Mulia Atau Petaka

Sebuah foto yang beredar dan diterima redaksi memperlihatkan kondisi buah jeruk yang sangat memprihatinkan.

Berdasarkan pengamatan visual, jeruk tampak membusuk dengan tekstur daging lembek, warna kecokelatan tidak normal, serta ditemukan ulat atau larva hidup di bagian dalam buah.

Kondisi tersebut secara umum menjadi indikator kuat bahwa buah telah mengalami pembusukan dan tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Jika benar buah tersebut merupakan bagian dari menu MBG yang disalurkan kepada penerima manfaat, maka temuan ini dinilai sebagai kelalaian serius dalam pengawasan bahan pangan,

sekaligus mencederai tujuan utama program nasional MBG yang menitikberatkan pada pemenuhan gizi aman, higienis, dan berkualitas bagi anak-anak.

“Ini bukan sekadar buah rusak, tapi menyangkut keselamatan dan kesehatan anak. Kalau sampai dikonsumsi, dampaknya bisa berbahaya,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kasus ini semakin menguatkan kekhawatiran publik terhadap pelaksanaan MBG di tingkat dapur penyedia, khususnya terkait kontrol kualitas bahan makanan.

Baca Juga: H. Nanang Komarudin: MBG Terancam Jadi Proyek Politik, Bukan Program Gizi Anak

Sejumlah pihak menilai lemahnya pengawasan membuka celah terjadinya praktik penyediaan menu yang jauh dari standar gizi dan keamanan pangan.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang, Satgas MBG, serta instansi pengawas terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak terhadap dapur SPPG Banjar Talela.

Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengelola yayasan juga dianggap mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, Mustofa, asisten lapangan Yayasan Garuda Adidaya Nusantara, saat dikonfirmasi awak media terkait dugaan penyajian buah jeruk berulat tersebut belum memberikan penjelasan substansial.

Baca Juga: Miris, Surat Perjanjian Kerja Sama Program MBG Bila Mana Diduga Ada Keracunan Pihak Kedua Harus Merahasiakan

Ia hanya menyampaikan pernyataan singkat.

“Santai pak, saya masih di lapangan. Kalau sampean sempat ke dapur, kira-kira jam berapa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab substansi persoalan yang dipertanyakan publik, yakni terkait proses seleksi, penyimpanan, dan pengawasan bahan pangan dalam menu MBG.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Garuda Adidaya Nusantara belum memberikan klarifikasi resmi ataupun penjelasan terbuka terkait dugaan penyajian buah jeruk busuk dan berulat dalam program MBG di SPPG Banjar Talela.

Editor : Admin Rakyatjelata