rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Sebanyak 690 Buruh Rokok Mendapatkan BLT DBHCT Sebesar Rp 2 Juta

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau atau (BLT DBHCT) dan Bantuan Sosial Penanganan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Bojonegoro Tahun 2023.

Kali ini jumlah penerima BLT DBHCT sendiri sebanyak 9.305 penerima. Kemudian bansos total keseluruhan yaitu 9.374 KPM untuk penanganan kemiskinan.

Baca Juga: Senyum Sumringah Tampak Diwajah Hadi,

Anis Yuliati Ketua PC Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro, mengaku sangat senang BLT DBHCT yang dinanti para buruh rokok cair. Bukan hanya dari MPS Kapas saja, MPS Kalitidu, MPS Padangan dan semua perusahaan rokok.

"Semua menerima sebesar Rp 2 juta. Bersyukur karena perjuangan RTMM-SPSI, selama ini tidak sia-sia dan membuahkan hasil," ungkap Anis

Diwaktu yang berbeda Direktur koprasi kareb melalui sekretaris nya Widarko mengungkapkan rasa syukurnya kini bantuan telah cair.

Baca Juga: Peringati Isro' Mi'roj, Media Pro Legal Jatim Berikan Bantuan Bahan Bangunan ke MI Miftahul Ulum Driyorejo, Gresik

"Alhamdulillah uang BLT DBHCT sudah cair, dan dapat menambah kebutuhan ekonomi para karyawan. Semoga dapat bermanfaat bagi para buruh rokok. Baik untuk membayar biaya sekolah anak hingga membeli sembako."ucapnya

"Kemarin sudah dilakukan penyerahan secara simbolis di Kecamatan Kapas, setiap perusahaan juga ada PIC dari Bank Jatim. Total kemarin MPS Kapas ada Rp 3 Miliar dengan jumlah penerima terbanyak yaitu 1.542 buruh,"Tambahnya

Baca Juga: Bersama Stakholder Terkait, Babinsa Salurkan Bantuan Mesin Jahit Bagi Keluarga Miskin (Gamis) Ekstrim

Senada, Siti Mariyati Buruh Rokok MPS Kapas, mengaku senang BLT DBHCT yang dinantikan dan diperjuangkan telah cair sebesar Rp 2 juta. Bahkan, rencananya BLT tersebut akan ia pergunakan untuk membeli sembako dan membayar sekolah anak.

"Bersyukur sudah cair, sebesar Rp 2 juta setiap buruh rokok. Sebagian saya gunakan beli sembako berupa beras, karena memang harga pokok makin melonjak," ujar Siti Mariyati. (Arh)

Editor : arif