Mendingan Di Rumah Saja, Inilah Ancaman Pidana Penjara Bagi Yang Ngeyel Berkerumun

oleh -305 views

RAKYATJELATA BOJONEGORO – Untuk meminimalisir penyebaran Virus Corona atau Covid – 19 Kerumunan massa yang tidak mentaati himbauan untuk bubar bisa di Pidana.

Hal tersebut di lakukan untuk menekan penyebaran virus Corona covid 19, untuk itu masyarakat harus mentaati anjuran Pemerintah dan Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, SIK, MH, menyatakan akan ada tindakan tegas saat masyarakat bergeming saat diminta kembali ke rumah masing-masing.

“Kami akan proses hukum dengan Pasal 212 KUHP, dan di tambahkan pasal 216 dan 218,” kata AKBP M Budi Hendrawan di Mapolres Bojonegoro, Kamis (26/3/2020).

Adapun isi Pasal 212 KUHP, barang siapa melawan petugas yang menjalankan tugas yang sah akan di Pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.

Menurut Kapolres, dikaitannya dengan pasal 214 KUHP,  jika hal tersebut dilakukan oleh dua orang atau lebih maka ancaman pidananya maksimal menjadi tujuh tahun penjara.

“Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa mengacu pada asas keselamatan rakyat. Saya ulangi, asas keselamatan rakyat yang menjadi hukum tertingginya,” jelas Kapolres.

Sedangkan pasal 216 KUHP, Barang siapa yang tidak menuruti perintah atau permintaan yang di lakukan menurut undang – undang di Pidana penjara paling lama 4 bulan 2 Minggu.

Selanjutnya, Pasal 218 KUHP, Barang siapa pada waktu datang untuk berkerumun namun dengan sengaja tidak mau pergi setelah di perintah 3 Kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang di ancam karena ikut serta di Pidana 4 bulan 2 minggu.

“Polri tidak ingin akibat berkerumunan apalagi hanya cangkrug atau nongkrong penyebaran virus Covid-19 ini bertambah.”Tuturnya.

“Kami akan melakukan pembubaran, bila perlu dengan sangat tegas. Tetapi ingat bahasa persuasif humanis itu tetap kami kedepankan,” Pungkas, M Budi Hendrawan menandaskan.

Untuk diketahui, Untuk meminimalisir penyebaran Virus Corona atau Covid – 19 di Kabupaten Bojonegoro pihak Kepolisian khususnya Polres Bojonegoro tidak henti -hentinya melakukan himbauan.

Himbauan tersebut berupa sosialisasi atau razia kepada masyarakat dan para pelaku usaha seperti cafe, warkop, toko, minimarket atau pusat perbelanjaan untuk mentaati anjuran Pemerintah dan Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis.

Seperti yang dilakukan Polres Bojonegoro dan jajaran telah mulai mengambil tindakan nyata di lapangan dengan melakukan razia pada cafe, warung kopi (Warkop) dan tempat-tempat berkumpul lainnya.(Ar/Red).