Kolaborasi Nyata SulSel Dan Kabko Melalui Poros Bantuan Keuangan Daerah

oleh -263 views

Foto : Gubernur SulSel, Prof. Nurdin Abdullah


Makassar, Rakyat Jelata– Kolaborasi dan sinergi untuk percepatan membangun Sulawesi Selatan tidak cukup hanya himbauan, rakor dan statemen, tapi di perlukan langkah yang kongkrit dalam bentuk dukungan keuangan yang di jabarkan dalam bentuk program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Gubernur SulSel Nurdin Abdullah, menunjukkan bentuk kolaborasi nyata Provinsi Sulawesi Selatan dengan seluruh Kabupaten Kota (Kabko,red) dalam bentuk bantuan keuangan daerah untuk mendukung program priotas daerah yang sejalan dengan program prioritas Provinsi SulSel.

Pada tahun 2019, alokasi dana bantuan daerah bawahan sekitar 300 miliar dan naik menjadi 500 miliar lebih di tahun 2020.

Setiap program untuk alokasi bantuan dana Kabko itu diasistensi oleh Provinsi, apakah permohonan bantuan dana itu telah dialokasikan untuk program kerakyatan, seperti misalnya pembangunan jalan desa dan kabupaten atau untuk mendukung usaha ekonomi yang pro rakyat lainnya, sehingga pada ujungnya, hasilnya akan menjadi akumulasi sinergitas dengan prioritas Provinsi.

“Jadi, alokasi bantuan dana daerah tersebut tidak boleh keluar dari program prioritas Provinsi, yaitu mendukung program prioritas yang bersentuhan langsung dengan rakyat, bagi daerah Kabko yang tak bisa merealisasikan dana bantuan itu semestinya dikembalikan,” demikian penerangan, Minggu (08/12).

Hasdullah menambahkan, bahwa bentuk kolaborasi nyata dengan memberikan bantuan keuangan daerah yang jumlahnya relatif besar, akan terus di monev capaian hasilnya dan akan terus dilanjutkan pada tahun mendatang.

“Ini pertama Provinsi SulSel dibawah Komando Nurdin Abdullah atau NA yang melakukan kolaborasi sinergi daerah yang gelontorkan dana kedaerah bawahan dan kebijakan ini merupakan inovasi tentu bisa dijadikan rool model kolaborasi di Indonesia,” ujar Andi Hasdullah.

Seperti yang selalu dikatakan NA lanjutnya, bahwa Provinsi itu wilayahnya adalah Kabko dan NA tak ingin memposisikan Provinsi menjadi Kabupaten yang ke 25, tapi Pemprov hadir membina, mengawasi, mengayomi, mendireting, dan memajukan seluruh daerah Kabko.

“Kalau daerah sudah maju, berarti ujungnya SulSel tentu akan maju dan sejahtera,” kunci Andi Hasdullah.

(hakim)