Ketika Rakyat Nikmati Upah Di Lahan Sendiri

oleh -39 views

Makassar, Rakyatjelata– Balai PDASHL Jeneberang Saddang, Ditjen PDASHL, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menggelar sosialisasi pembangunan Kebun Bibit Desa (KBD), demplot Macadamia dan Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam di wilayah kerja BPDASHL Jeneberang Saddang, Selasa-Rabu (04/12) di Hotel Dalton.

Sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman dan keyakinan kepada masyarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi tanah dan air melalui kebun bibit desa, demplot macadamia dan UPSA yang akan dilaksanakan oleh kelompok masyarakat di tingkat tapak agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik.

BPDASHL Jeneberang-Saddang juga meyakinkan kepada masyarakat bahwa KBD, Demplot Macadamia, UPSA dapat meningkatkan kelestarian lingkungan, menurunkan luasan lahan kritis yang berada di dalam dan luar kawasan hutan, juga meningkatkan taraf hidup ekonomi Kelompok Tani di masing-masing tempat/desa.

Menurut Entan Sofyan Kepala BPDASHL Jeneberang-Saddang, di Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Gowa, Takalar dan Jeneponto sering di landa banjir dan tanah longsor, diperparah dengan luasan lahan kritis di dalam dan luar kawasan hutan dari waktu ke waktu yang terus bertambah, kemudian di tahun ini terjadi fenomena bergesernya musim hujan sehingga kekeringan terjadi dimana-mana, wilayah Sulawesi Selatan mengalami kemarau yang panjang, sehingga saat ini cuacanya sangat panas, sehingga Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupaya untuk meningkatkan keberhasilan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dengan menyiapkan bibit melalui KBD, dimana hasil pembibitannya digunakan untuk ditanam di musim hujan yg akan datang guna melakukan RHL termasuk penghijauan, tuturnya.

KBD atau ‘Kebun Bibit Desa’, yaitu kegiatan pembuatan bibit dengan target 40 ribu batang/unit, dan penanamannya akan dilaksanakan pada musim hujan berikutnya, yg direncanakan, dilaksanakan, diawasi, dan dievaluasi langsung oleh masyarakat/kelompok pelaksana.

“BPDASHL Jeneberang-Saddang juga membangun demplot macadamia. Tanaman Macadamia adalah tanaman penghasil kacang termahal di dunia, sedangkan benihnya sendiri di datangkan dari Australia dan di kembangbiakkan di Persemaian Permanen Nanggala Kab. Tana Toraja, macadamia tumbuh di ketinggian 800 meter dari permukaan laut,” ujar Kepala BPDASHL Jeneberang-Saddang ini.

Hasil dari kacang macadamia ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dan menjadi tanaman unggulan lokal, tahun ini kita bangun demplot, supaya bisa diikuti dengan plasma-plasmanya dan berkembang dengan baik.

Skema pembiayaan pelaksanaan KBD, Demplot dan UPSA langsung dikelola oleh Kelompok, anggaran disalurkan dari Kas Negara ke rekening kelompok Tani untuk dikelola dan dimanfaatkan sendiri oleh kelompok tersebut tanpa potongan, kecuali pajak yang merupakan kewajiban bagi warga Negara Indonesia, bagi Kelompok Tani yang memiliki NPWP, pajaknya sebesar 1.5%, sedangkan bagi yang belum punya NPWP pajaknya sebesar 3% wajib dibayar dan langsung dipotong oleh KPPN, tutup Entan Sofyan.

(hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *