Jembatan Menaula Terseret Banjir, Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli Jangan Jadi Penonton

oleh -1,732 views

Gunungsitoli, Rakyat Jelata – Jembatan menaula yang terseret banjir 2 (dua) minggu lalu di Desa Onozitoli Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, yang diduga diakibatkan gagal konstruksi. DPRD Kota Gunungsitoli yang membidangi (Komisi III) diharapkan dapat melakukan fungsinya, jangan hanya jadi penonton.

“Kita berharap supaya wakil rakyat benar benar berbuat dan bekerja atas kondisi pembangunan tersebut dengan cara kerja mereka tersendiri, jangan hanya menonton” Tulis Siswanto yang pemerhati penyelamat keuangan negara itu kepada wartawan via Whatsapp, (30/5).

Hal itu dikatakan Siswanto, sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaksanaan kegiatan pada pembangunan jembatan menaula yang dinilainya tidak mempertimbangkan umur layanan bangunan.

“Kita berharap kepada Dinas PUPR Kota Gunungsitoli sebagai pengelola anggaran khusus pembangunan jembatan sungai menaula tahap III ini yang dikerjakan CV. BOFAN dan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 1,9 miliar lebih dari DAU 2020, agar memaksimalkan kembali pengawasan terhadap pengerjaan jembatan yang hanyut terseret air sungai itu” harapnya

Sambung Siswanto, Jika peristiwa ini beralasan bahwa disebabkan oleh alam, bisa-bisa saja, tetapi perlu diingat bahwa sebelum pelaksanaan sudah ada perencanaan yang matang.

“Sebelumnya sungai menaula memang sering banjir, tetapi paling tidak kontraktor pasti paham tentang cara mengantisipasi agar konstruksi bangunan tidak terdampak oleh berbagai gangguan, atau jangan-jangan kontraktornya tidak memiliki pengalaman untuk itu” ujar Siswanto.

Harapan kita, semoga peristiwa pada pekerjaan itu tidak menghambat kontraktor untuk mempertanggungjawabkan dan menyelesaikan kewajibannya serta tidak berdalih dengan alasan bencana alam, sebab pemerintah membangun jembatan tersebut melalui pihak ketiga (kontraktor) agar dapat dinikmati oleh masyarakat.

Ditekankan Siswanto kepada PUPR Kota Gunungsitoli agar tidak memberi ruang kepada kontraktor membela diri dengan alasan bencana alam, tetapi sebaiknya kontraktor mengintropeksi kembali pekerjaannya agar sesuai dengan rencana, tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Gunungsitoli, Samotuho Harefa yang dikonfirmasi wartawan via Whatsapp, (29/5) tentang hal tersebut, hingga berita ini dipublikasikan belum memberikan respon. (aza)

No More Posts Available.

No more pages to load.