Berkas Perkara Penganiayaan April Anugrah Halawa, Belum Diserahkan Polisi Ke Jaksa

oleh -459 views

Gunungsitoli, Rakyat Jelata –

Penyidik reserse kriminal (reskrim) unit Polsek Lolowau Kepolisian Resor Nias Selatan Sumatera Utara, Belum menyerahkan berkas perkara penganiayaan terhadap April Anugrah Halawa (korban) warga Desa Caritas Sogawunasi Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Paling lama minggu depan kita limpahkan berkasnya ke jaksa, kita masih menyusun resumenya, termasuk keterangan terlapor lainnya yang belum ditetapkan sebagai tersangka, karena masih berstatus sebagai saksi dan jumlahnya banyak. Setelah diteliti jaksa nantinya dan menilai masih ada yang dapat dijadikan tersangka maka jaksa akan mengembalikan berkas kepada kita. Setelah dinyatakan berkas lengkap oleh jaksa, maka kita akan serahkan para tersangka dan berkasnya” ujar Brigadir H. Hutauruk saat dikonfirmasi wartawan via selular, kemarin (11/11).

Diberitakan sebelumnya, penganiayaan terhadap korban terjadi pada 30 September Tahun 2020 sekira Pukul 10.00 Wib pagi. Kepala Desa Caritas Sogawunasi Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara, FG bersama gerombolannya mendatangi rumah korban dan mereka melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap korban dihalaman rumah korban. Kepala Desa (FG) juga mengancam korban sekeluarga dengan kata-kata “kuhabisi kalian, kubakar rumah kalian ini, kubakar, kubakar, paling-paling saya masuk penjaraā€¯

Pada tanggal 04 November 2020, Penyidik menetapkan FG dan FAG sebagai tersangka dalam perkara tersebut karena diduga keras melakukan tindak pidana sesuai pasal 170 ayat (1) subs pasal 351 ayat (1) junto pasal 55 KUHPidana.

Sementara, Penasehat Hukum korban, Budieli Dawolo, S.H menilai jika perkara dilaporkan kliennya, pelaku lebih dari 5 (lima) orang.

“Seperti kita ketahui bersama dalam video penganiayaan terhadap korban yang sempat viral dimedia sosial, pelakunya lebih dari 5 orang dengan peran berbeda-beda. sementara, penyidik hanya menetapkan 2 orang tersangka. Saya sebagai penasehat hukum korban, meminta penyidik untuk lebih profesional dan piawai dalam menindaklanjuti perkara ini menjadi lebih terang, dengan segera menetapkan tersangka lainnya. Alat bukti primer berupa video dapat menjadi petunjuk bagi penyidik” kata Dawolo kepada wartawan di Gunungsitoli, (12/11). (aza)