Angkut Kayu Jati Ilegal, Seorang Warga Ngasem Ditangkap

oleh -182 views

BOJONEGORO, Rakyatjelata – PT (36) kini harus berurusan dengan hukum lantaran tertangkap telah membawa kayu jati yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah alias ilegal.

PT (36) warga desa asal Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro ini di tangkap oleh Polhutmob Perhutani KPH Bojonegoro pada Selasa (15/10/2019) sekira pukul 01.20 Wib

Pelaku di tangkap dijalan Desa Trenggulunan Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro tepatnya petak 87 RPH Ringin anom, BKPH Nglambangan, KPH Bojonegoro.

“Berawal informasi dari masyarakat tentang adanya truck warna merah, nopol AD 1469 RF yang membawa kayu jati tanpa dilengkapi dokumen yang sah melintas di jalan raya Bubulan – Ngasem.”Kata Saleh Budiono, Komandan Regu Polmob.

“Kemudian petugas yang mendapati truk yang dimaksud dihentikan dan dilakukan pemeriksaan ternyata memuat kayu jati tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah atau ilegal.” Ungkapnya.

Adapun dari penangkapan ini, Komandan Regu Polmob Saleh Budiono menyampaikan bahwa Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 20 batang kayu jati berbagai ukuran, dengan volume kurang lebih sebanyak 1,4 meter kubik, kendaraan truk warna merah Nopol AD 1469 RF, yang dipergunakan untuk mengangkut kayu tersebut.

“Saat ini pelaku berikut barang bukti telah dilimpahkan ke Polres Bojonegoro, guna penyidikan lebih lanjut.” Katanya

Sementara itu, saat dihubungi oleh awak media, Kasubbag Humas Polres Bojonegoro AKP Ismawati, membenarkan bahwa Sat Reskrim Polres Bojonegoro telah menerima pelimpahan perkara tentang pengangkutan kayu jati tanpa dilengkapi surat-surat yang sah (ilegal), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a, d dan e dan Pasal 83 Ayat (1), Undang-undang Nomor 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Benar, Sat Reskrim telah nerima pelimpahan perkara mengangkut kayu jati tanpa dilengkapi dokumen yang sah, untuk saat ini pelaku warga Ngasem dan barang bukti sudah diamankan di Polres Bojonegoro guna proses hukum lebih lanjut,” pungkas AKP Ismawati.

(Ar/Red)