Ada Misteri Apa Di Dalam BPN ?

oleh -819 views

SURABAYA,rakyatjelata.com – Permainan di dunia tanah saat ini sudah semakin mengerikan. segala cara dan upaya seolah halal di lakukan, apalagi proses yang berkaitan dengan sertifikasi atas lahan yang dikehendaki lewat cara yang tidak wajar. kepemilikan lahan hingga berhektar hektar nampak sangatlah mudah. tinggal menggunakan beberapa modal dan canel di instansi terkait sudah bisa meraup kepemilikan tanah sesuai yang diharapkan para cukong. dengan adanya proses di luar jalur, warga Surabaya semakin tergilas dengan permainan tingkat tinggi seperti itu. lalu siapakah mereka? Ada Misteri Apa didalam BPN ?

Seperti baru baru ini yang menimpa ahli waris Soenarto yng memiliki tanah seluas 4,7 Hektar kini gigit jari. pasalnya, tanah yang di milikinya saat ini telah menjadi milik orang lain. dan cara mereka mendapatkan tanah milik soenarto sendiri tidak jelas asal usulnya. karena Soenarto selama ini tidak merasa menjual tanah tersebut. bagaimana itu bisa terjadi?

Jika di lihat dari History tanah tersebut tak akan mungkin sertifikat menjadi ganda. fakta yang ada di lapangan adalah, Sertifikat tersebut masih ada di Bank Mandiri. sebelum beralih nama dahulu Bank milik negara ini bernama Bank Bumi Daya (BBD). setelah terjadi peralihan, maka kini berubah menjadi Bank Mandiri. dalam hal ini pihak Bank juga terkejut, bahkan mereka siap di hadirkan ke meja hijau. semua alat bukti yang di miliki oleh pihak Bank Mandiri masih tersimpan rapi. dan Status sertifikat itu di Blokir oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) jl Taman Bungkul no 5 Surabaya.


 
Pihak BPN dalam hal ini menjadi target sebuah pertanyaan besar.

” saya tidak menyangka kok bisa keluar sertifikat baru lagi, padahal sertifikat itu berada di Bank dan masih ke Blokir Statusnya. saya kir para pakar Hukum sudah tahu lah, apabila menerbitkan sertifikat baru, sedangkan statusnya masih di blokir bisa di jerat Pidana” ucap R Medy Wahyu Sulistiarto

Menurut Sahrul Kasubsi perkara BPN, ” melalui proses sidang Perdata di PTUN ini kami tunggu putusan, apabila nanti putusannya membenarkan adanya bukti tersebut, maka BPN akan melakukan pembatalan terhadap status sertifikat yang baru, untuk selebihnya saya belum bisa memberikan pernyataan lebih” ucap sahrul  kasubsi perkara.

Setelah terbuktinya bahwa tanah yang seharusnya di miliki oleh Soenarto saat ini telah menjadi 13 sertifikat. tentu hal ini menjadi monster bagi para pemilik tanah, karena yang menerbitkan 13 sertifikat tersebut dari BPN.

” kami sudah melakukan upaya Hukum, meskipun saat ini kami melaksanakan sidang secara Perdata dan kami sangat menghormati proses Hukumnya, namun fakta dan berdasarkan alat bukti yang kami punya, sebenarnya kasus ini sudah bisa kami pidanakan, tapi kami masih menghormati proses secara utuh, dan kami tinggal menunggu hasil putusan, apabila bisa di lakukan upaya damai ya kami siap untuk menyetujuinya” tutur R medy Wahyu Sulistiarto (kiki/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.