rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Sudah Dua Kali Diperbaiki, Jalan Pasirukem–Langensari Tetap Rusak; Ketebalan Aspal Diduga Hanya 6 Cm

avatar rakyatjelata.com
Berdampak akibat jalan rusak, ruas jalan akses Pasirukem–Langensari di Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang yang dikerjakan oleh CV Ciwulan Bangkit (Foto: Dok adi rakyatjelata karwng)
Berdampak akibat jalan rusak, ruas jalan akses Pasirukem–Langensari di Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang yang dikerjakan oleh CV Ciwulan Bangkit (Foto: Dok adi rakyatjelata karwng)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Ruas jalan akses Pasirukem–Langensari di Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan masyarakat setelah mengalami kerusakan meski belum genap satu tahun selesai dibangun. Proyek yang dikerjakan oleh CV Ciwulan Bangkit tersebut diketahui menggunakan anggaran sebesar Rp639.476.535 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalan tersebut telah menjalani perbaikan sebanyak dua kali. Perbaikan pertama dilakukan pada 12 Februari 2026, sementara perbaikan kedua dilaksanakan pada Mei 2026. Namun, kondisi jalan kembali mengalami kerusakan sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan yang dilaksanakan.

Proyek tersebut menggunakan lapis aspal jenis Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Akan tetapi, warga bersama sejumlah pengamat menemukan dugaan ketebalan total lapisan aspal hanya sekitar 6 sentimeter, atau masing-masing lapisan sekitar 3 sentimeter.

Jika dugaan tersebut benar, ketebalan aspal dinilai tidak memenuhi standar teknis yang lazim diterapkan pada pembangunan jalan dengan karakteristik serupa. Kondisi itu diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya daya tahan jalan sehingga cepat mengalami kerusakan meskipun telah dilakukan perbaikan berulang kali.

Sejumlah warga menilai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang telah dikeluarkan. Mereka meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek serta kinerja penyedia jasa.

“CV Ciwulan Bangkit terlihat berani bekerja sembarangan. Sudah jelas hasilnya buruk, namun kembali mendapat kepercayaan. Kami meminta Bidang Jalan dan Jembatan segera mengevaluasi ketat kontraktor ini dan tidak memberikan kesempatan mengikuti lelang kembali apabila tidak mampu menjaga mutu pekerjaannya,” ujar salah seorang warga yang mengaku terdampak langsung oleh kondisi jalan tersebut, Senin (15/6/2026).

Pengamat pemerintahan, Nanang Komarudin, S.H., M.H., turut menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, penyedia jasa harus mengedepankan profesionalisme dan kualitas pekerjaan, bukan semata-mata mengejar keuntungan.

“Meskipun di balik CV Ciwulan Bangkit diketahui ada pihak yang dekat dengan lingkaran Bupati, hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk bertindak sewenang-wenang. Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan. Pelaksana wajib bertanggung jawab penuh terhadap kualitas dan daya tahan hasil pekerjaannya, terlebih jalan tersebut sudah dua kali diperbaiki namun tetap mengalami kerusakan,” tegas Nanang.

Kasus ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan pelaksanaan proyek di lapangan. Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penyedia jasa maupun pihak pengawas, serta mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Ciwulan Bangkit maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan rendahnya kualitas pekerjaan dan kerusakan jalan tersebut. (@di)

Editor : hendro