KARAWANG | rakyatjelata.com - Pengelolaan keuangan dan usaha pertanian di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Asih, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, terungkap menimbulkan kekhawatiran serius. Direktur BUMDes mengakui secara tegas adanya pemakaian dana usaha untuk keperluan pribadi, Minggu (14/6/2026).
Awal tahun 2025, BUMDes mengawali kegiatan dengan modal sebesar Rp221 juta. Namun pada awal 2026, jumlah dana yang tercatat tersisa hanya Rp195 juta. Penurunan senilai Rp26 juta diakui langsung oleh direktur BUMDes saat dimintai keterangan.
“Benar ada sebagian dana yang saya pinjam untuk kebutuhan pribadi, belum bisa dikembalikan sampai saat ini,” ujar Direktur BUMDes inisial S Mekar Asih saat dihubungi via telephone
Masalah makin bertumpuk karena hasil usaha tidak kunjung datang. Dalam kurun satu tahun atau dua kali musim tanam, seluas 11 hektare lahan yang dikelola tidak menghasilkan sama sekali. Padi tumbuh namun berbulir kosong dan berwarna putih, sehingga tidak ada hasil panen yang bisa dijual.maksimal hanya kembali modal.
Seorang warga inisial RN, mengaku kecewa berat. “Dana itu uang desa, uang kita semua. Sekarang berkurang, lahan gagal panen, mau dari mana kembalinya?” ungkapnya.
RN menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan ke kejaksaan biar dilakukan pemeriksaan dokumen. Sementara itu, kami menilai pengakuan itu sudah cukup dasar untuk langkah hukum.
“Karena sudah ada pengakuan pemakaian dana untuk kepentingan sendiri atau pribadi direktur BUMDes, kami mendorong warga segera melaporkan hal ini ke Kejaksaan Negeri setempat. Aset desa harus dilindungi dan setiap kerugian wajib diganti secara hukum,” tegas RN.
Hingga berita ini diturunkan, warga mulai menyusun bukti dan laporan untuk diserahkan ke pihak berwajib guna mendapatkan kejelasan serta pemulihan aset milik masyarakat.Dan PJs Desa Mekar Asih saat dikonfirmasi menghindar malah lebih memilih blokir no whatsapp awak media.
@di
Editor : hendro