rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Disnaker Sebut Riau Training Center di Sidoarjo Tak Terdaftar, Siswa Pelatihan Merasa Tertipu

Foto : Tampak depan Riau Training Center ( RTC) Sidoarjo
Foto : Tampak depan Riau Training Center ( RTC) Sidoarjo

SIDOARJO | rakyatjelata.com – Setelah sebelumnya menjadi sorotan publik di Banyuwangi, keberadaan Riau Training Center (RTC) kembali menuai perhatian. Kali ini, lembaga pelatihan tersebut menjadi perbincangan setelah diketahui memiliki lokasi operasional yang disebut sebagai cabang Surabaya, namun faktanya berada di sebuah rumah kontrakan di wilayah Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Semen, 8 Juni 2026

Baca Juga: AWAS!!! Aktivitas Pelatihan Operator Alat Berat Riau Training Center (RTC) Banyuwangi Jadi Sorotan

Berdasarkan penelusuran awak media, lokasi yang diklaim sebagai cabang Surabaya tersebut ternyata beroperasi di sebuah rumah warga yang disewa atau dikontrak. Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai profesionalisme dan kelayakan lembaga dalam menyelenggarakan pelatihan kerja.

Sejumlah mantan peserta mengaku kecewa terhadap program yang ditawarkan. Mereka menilai materi dan prospek pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai dengan harapan saat pertama kali mendaftar.

Salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dirinya berharap memperoleh posisi operator sesuai pelatihan yang diikuti. Namun pada praktiknya, ia justru ditempatkan sebagai tenaga helper di proyek.

“Saya kecewa karena sistemnya juga kontrak dan sekadar disuruh jadi pembantu di tempat proyek. Kami bukan ditempatkan sebagai operator, tetapi hanya sebagai helper,” ujarnya kepada awak media.

Menurut pengakuan beberapa peserta, biaya yang mereka keluarkan untuk mengikuti program pelatihan mencapai puluhan juta rupiah. Sementara pekerjaan yang diperoleh setelah pelatihan disebut hanya berada pada kisaran gaji Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan.

Saat dikonfirmasi, salah seorang petugas RTC membenarkan bahwa penempatan kerja peserta sangat bergantung pada kebutuhan dan keputusan pihak proyek.

“Kalau pihak proyek tidak mau memakai mereka, ya bagaimana lagi. Kami hanya menyalurkan sesuai janji kami,” katanya saat ditemui awak media.

Dari hasil penelusuran, pemilik yang disebut bernama Tobing diketahui juga mendirikan beberapa lembaga pelatihan lainnya, antara lain:

1.Sumatera Excavator Academy (SEA)
2.Excallink Cartier Agency (ECA)
3.Riau Training Center (RTC)

Sementara itu, pihak Dinas Tenaga Kerja setempat menyatakan bahwa nama lembaga tersebut belum terdaftar sebagai lembaga pelatihan kerja di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Seorang pejabat Disnaker Sidoarjo berinisial H menyampaikan bahwa apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau dugaan tindak pidana, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Nama lembaga ini belum terdaftar di daerah Sidoarjo. Kalau memang ada potensi penipuan, sebaiknya segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan lebih banyak korban,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RTC maupun pemilik yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan peserta serta pernyataan dari Dinas Tenaga Kerja setempat.

Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak RTC, SEA, ECA, maupun pihak terkait lainnya sesuai ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. ( Ki/ Red) 

Editor : Admin Rakyatjelata