KEDIRI | rakyatjelata.com – Polemik pengusulan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di SMK Negeri Ngasem, Kabupaten Kediri, mencuat setelah muncul dugaan manipulasi data yang diduga merugikan salah satu tenaga senior.
Rabu,20- Agustus-2025
Hingga saat ini, tercatat empat PTT tetap diusulkan untuk diangkat. Namun, nama Slamet seorang pegawai senior SMKN 1 Ngasem yang sebelumnya tidak diusulkan dengan alasan telah mengundurkan diri justru tidak dimasukkan kembali dalam daftar, melainkan dihapus. Padahal, Slamet bersama empat rekannya sama-sama dinyatakan lulus ujian.
Slamet sendiri telah mengabdi di SMKN 1 Ngasem selama puluhan tahun. Kondisi ekonominya tergolong kurang mampu, dan di usianya yang kini 57 tahun, sebenarnya ia masih memiliki kesempatan menikmati masa pengabdian setidaknya satu tahun jika diangkat sebagai P3K paruh waktu.
Informasi yang beredar menyebutkan, proses sinkronisasi data ke tingkat provinsi sudah dilakukan kemarin. Dalam daftar terbaru, nama Slamet sudah resmi terhapus. Dugaan pun menguat bahwa pihak sekolah melakukan manipulasi data peserta lulus, sehingga nama Slamet tidak tercantum di tingkat provinsi.
Saat dikonfirmasi, Kepala TU SMK Ngasem M Neidean C, S T enggan memberikan keterangan lebih jauh. Ia mengaku tidak berwenang dan menyarankan agar wartawan langsung menghubungi kepala sekolah.
“Mohon maaf saya tidak berwenang memberikan penjelasan masalah ini. Jenengan langsung ke kepala sekolah saja ya, Pak. Maaf saya lagi ada kegiatan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah SMK Ngasem belum merespons panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan oleh awak media. (Ki/ Red)
Editor : Admin Rakyatjelata