rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Ketua LPMK Rungkut Tengah Kecewa, KKN Tematik UPN Dinilai Gagal Sentuh Kebutuhan Masyarakat

Surabaya — Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPN Jatim) di Kelurahan Rungkut Tengah tahun 2025 menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rungkut Tengah menyatakan kekecewaannya terhadap pelaksanaan program yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan riil warga dan minim koordinasi dengan pihak kelurahan.

Kritik utama mengarah pada lemahnya sinergi antara tim mahasiswa dengan aparatur kelurahan, serta ketergantungan tinggi mahasiswa terhadap arahan kelurahan tanpa inisiatif mandiri yang jelas. Hal ini diperparah dengan tidak hadirnya dosen pembimbing lapangan (DPL) selama proses kegiatan berlangsung.

Baca Juga: RW dan LPMK Medokan Ayu Meriahkan HUT Kota Surabaya ke-732 dengan Semangat Sinergitas dan Pemberdayaan Warga

> “Selama kegiatan berjalan, kami tidak pernah melihat kehadiran dosen pembimbing. Padahal, peran DPL sangat vital sebagai pengarah dan penghubung antara mahasiswa dengan kelurahan. Ketidakhadiran ini sangat disayangkan,” ujar Ketua LPMK Rungkut Tengah.

 

Minimnya keterlibatan DPL berdampak langsung pada kualitas program yang dilaksanakan. Sejumlah kegiatan, seperti pelatihan UMKM dan penyuluhan pengelolaan sampah, dinilai tidak relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan tersebut kerap disusun berdasarkan asumsi mahasiswa sendiri, tanpa riset lapangan yang memadai maupun konsultasi dengan tokoh masyarakat.

Akibatnya, beberapa kegiatan dinilai hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan manfaat jangka panjang. Partisipasi warga pun rendah karena pendekatan yang digunakan tidak sesuai dengan karakter komunitas lokal.

> “Kami melihat banyak program yang tumpang tindih dengan kegiatan kelurahan yang sudah ada. Tidak ada inovasi atau pendekatan baru yang diberikan,” tambah salah satu tokoh masyarakat setempat.

 

Baca Juga: LPMK Surabaya Gandeng BPJS Ketenagakerjaan: Langkah Strategis Pertama di Indonesia untuk Entaskan Kemiskinan Struktural

Kondisi ini turut memengaruhi semangat dan motivasi mahasiswa peserta KKN. Tanpa bimbingan dan umpan balik yang konstruktif dari dosen, sejumlah kelompok mahasiswa mengalami kebingungan dalam menentukan arah program. Bahkan, konflik internal antaranggota kelompok tak terhindarkan akibat perbedaan persepsi dan tujuan.

Lebih jauh, citra institusi UPN Jatim juga dipertaruhkan. KKN yang seharusnya menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, justru menimbulkan persepsi negatif bahwa kampus tidak serius dalam menjalankan misi pengabdian.

Dampaknya, potensi Kelurahan Rungkut Tengah untuk menjadi lokasi pengembangan desa binaan ke depan menjadi diragukan. Kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan pengabdian kampus pun mulai luntur.

Melihat berbagai persoalan tersebut, LPMK Rungkut Tengah mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan KKN Tematik, khususnya terkait penugasan dosen pembimbing. Dosen yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian harus memiliki kapasitas kepemimpinan, pemahaman sosial, serta komitmen tinggi terhadap dampak program di masyarakat.

Tanpa pembenahan yang serius, program KKN dikhawatirkan kehilangan esensinya sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

 

 

Editor : Admin Rakyatjelata