Surabaya, rakyatjelata.com – Untuk pertama kalinya di Indonesia, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di Surabaya menjalin kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka mengentaskan kemiskinan struktural dan melindungi pekerja nonformal. Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran Program Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia), yang bertujuan memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi kelompok pekerja rentan. 21 Mei 2025
Langkah inovatif ini melibatkan hampir seluruh LPMK di 31 Kecamatan Surabaya yang tergabung dalam forum Seduluran LPMK Surabaya. Melalui Program Perisai, kader-kader masyarakat diberdayakan sebagai agen penggerak untuk mendata, menyosialisasikan, serta membantu pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dari sektor informal seperti tukang becak, pedagang kaki lima, ojek daring, buruh harian, dan pekerja rumah tangga.
Baca Juga: Ketua LPMK Rungkut Tengah Kecewa, KKN Tematik UPN Dinilai Gagal Sentuh Kebutuhan Masyarakat
"Sinergi antara LPMK dan BPJS Ketenagakerjaan, yang didukung regulasi dari pusat hingga kota, memiliki potensi besar dalam mengentaskan kemiskinan secara struktural. Pekerja nonformal yang semula rentan kini bisa lebih produktif dan mandiri karena merasa aman secara finansial dari risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun hari tua," ujar Joko MHS, Koordinator Seduluran LPMK Surabaya sekaligus Ketua LPMK Made.
Inisiatif ini mendapatkan legitimasi kuat dari berbagai regulasi, mulai dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 di tingkat nasional, hingga Peraturan Daerah Jawa Timur dan Peraturan Wali Kota Surabaya. Di antaranya, Perwali Surabaya Nomor 49 Tahun 2021 yang mendukung perlindungan pekerja bukan penerima upah dan Perwali Nomor 58 Tahun 2023 yang memperkuat peran LPMK dalam pemberdayaan masyarakat.
Program ini bukan hanya memberikan perlindungan sosial, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga miskin. Dengan pekerja rentan merasa terlindungi, produktivitas dan kemandirian pun meningkat, menjadikan mereka bagian dari solusi, bukan lagi beban sosial.
"Ini bukan sekadar program sosial, tapi investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat inklusif dan berdaya. Sebuah hadiah ulang tahun yang nyata bagi Kota Surabaya," tutup Joko dengan semangat khas Arek Suroboyo.
Dengan kolaborasi ini, Surabaya ingin menegaskan bahwa posisinya sebagai kota yang pionir dalam memberikan perlindungan sosial pekerja informal dan pemberdayaan masyarakat akar rumput (Ki/Red)
Editor : Admin Rakyatjelata