Way Kanan – Keluarga besar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 Batalyon Parama Satwika memberikan santunan kepada keluarga tiga anggota Polri yang gugur dalam tragedi di Way Kanan, Lampung. Bantuan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang tewas saat bertugas menegakkan hukum terhadap praktik sabung ayam ilegal.
Penyerahan santunan dilakukan langsung kepada keluarga almarhum AKP (Anumerta) Lusiyanto, Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto, dan Briptu (Anumerta) M. Ghalib Surya Ganta. Ketiganya gugur setelah mendapatkan serangan dari kelompok bersenjata yang berada di lokasi perjudian ilegal.
Baca Juga: Arus Mudik di Jatim 2026 Naik Signifikan, Jumlah Kendaraan Tembus 1,93 Juta
Ketua Alumni Akpol 1998 menyampaikan bahwa aksi solidaritas ini adalah bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan. "Mereka telah berkorban demi tugas dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum. Kami ingin memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan," ujarnya.
Baca Juga: Polri di Bawah Kemendagri Wujud Langkah Mundur Dari Cita Cita Reformasi
Tragedi yang terjadi di Way Kanan menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi aparat dalam menjalankan tugas. Peristiwa ini pun mendorong evaluasi terhadap sistem pengamanan dalam operasi penegakan hukum, terutama di daerah yang rawan konflik.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada ketiga anggota Polri tersebut. Selain itu, ahli waris juga berhak menerima santunan dari Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).
Baca Juga: Ratusan Wajib Pajak Padati Samsat Surabaya Utara Ikuti Pasar Murah Polda Jatim
Dengan adanya kepedulian dari alumni Akpol 1998, diharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat merasa lebih terbantu dan terus mendapatkan perhatian dari institusi kepolisian maupun pihak-pihak terkait.
Editor : Admin Rakyatjelata