KARAWANG | rakyatjelata.com - Dugaan mark up biaya makan dan minum serta rapat yang gencar di medsos di akui oleh Kasubag Keuangan Disdikpora Kabupaten Karawang.
Dalip Kasubag Keuangan Disdikpora saat melalui sambungan seluler mengatakan anggaran kegiatan rapat menyusun rincian kebutuhan pembiayaan yang memang memerlukan biaya besar, karena bukan snack dan minum untuk anggaran yang cukup besar.
"Maaf bukan anggaran makan dan minum tetapi anggaran untuk meeting dan bulan februari belum ada kegiatan," terangnya, Selasa (24/12/2024).
"Lebih jelasnya ke kantor saja, biar kami bisa jelaskan semuanya," ucapnya.
Terpisah Ketum LSM F12 H Ade Hidayat berpendapat terkait anggaran rapat membutuhkan ratusan juta, Kasubag membantah anggapan makan dan minum tidak membutuhkan biaya yang relevan cukup membengkak tetapi ia akui anggaran meeting itu yang banyak.
"Ya itu sudah jelas kalau kasubag keuangan membantah anggapan makan dan minum tidak ada, tetapi mengakui anggaran meeting ada. Jadi Kasubag Keuangan sudah jelas malah mengakui anggaran meeting ratusan juta, mau alasan apa lagi Kasubag Keuangan," ucap Ketum LSM F12
Berharap Aparat Penegak hukum ( APH) untuk melakukan penyelidikan agar dugaan mark up anggaran meeting bisa diungkap, "Jelas himbauan Presiden RI pak Prabowo semua pejabat untuk biasa efisiensi anggaran baik rapat atau kunjungan kerja," ungkapnya.
Baca Juga: Rotasi dan Mutasi 353 Kepala Sekolah di Karawang, Bupati Tekankan Integritas dan Tanpa Pungutan
Dari informasi ini PLT Kadis Disdikpora Kabupaten Karawang saat dikonfirmasi menyerahkan semua ke Kasubag Keuangan.
@di
Editor : hendro