rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Dapat Kesempatan Kedua, Delapan Siswa SMKN Cilebar Kembali Bersekolah di Bawah Pengawasan

avatar rakyatjelata.com
siswa yang sempat di keluarkan dengan aturan yang di pakai pihak sekolah SMKN Cilebar mengurungkan niat, saar ini delapan siswa mendapatkan kesempatan untuk bersekolah dengan dibawah pengawasan yang ketat (Foto: Dok adi/rakyatjelata)
siswa yang sempat di keluarkan dengan aturan yang di pakai pihak sekolah SMKN Cilebar mengurungkan niat, saar ini delapan siswa mendapatkan kesempatan untuk bersekolah dengan dibawah pengawasan yang ketat (Foto: Dok adi/rakyatjelata)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Setelah sempat dipindahkan sekolahnya karena masalah kehadiran, delapan siswa SMKN Cilebar akhirnya mendapatkan kesempatan kedua untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama. Keputusan ini diambil setelah pihak sekolah mengundang orang tua dan siswa untuk duduk bersama mencari jalan keluar terbaik.

Pertemuan musyawarah digelar pada Senin, 29 Juni 2026 di Ruang Perpustakaan SMKN Cilebar. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Sekolah, Evi, didampingi jajaran guru serta para orang tua dan siswa terkait.

Hasil dari pembahasan tersebut menghasilkan kesepakatan bersama: para siswa diperbolehkan kembali aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan syarat wajib menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu, khususnya terkait ketidakdisiplinan dan sering bolos.

Kepala Sekolah, Evi Aprlianti menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan bentuk perhatian sekolah agar siswa tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Namun ia menegaskan, kesempatan ini disertai pengawasan ketat selama tiga bulan ke depan.

"Kami berikan kesempatan untuk kembali bersekolah. Namun kami akan mengamati selama tiga bulan ke depan. Jika dalam masa pengawasan ini masih mengulangi kesalahan yang sama, kami akan bertindak tegas dan memindahkan siswa ke sekolah lain,” tegas Evi.

Terlebih, Evi juga berpesan agar para siswa lebih rajin belajar dan meningkatkan kehadiran.

Sementara itu, perwakilan orang tua murid menyambut baik keputusan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak sekolah.

"Kami sangat berterima kasih atas kebijaksanaan yang diberikan. Alhamdulillah anak kami diperbolehkan masuk kembali. Kami berjanji akan mengawasi dan membimbing anak-anak kami agar lebih disiplin dan tidak mengecewakan sekolah lagi,” ucapnya dengan penuh harap.

Keputusan ini menjadi titik temu antara penegakan aturan sekolah dengan upaya memberikan kesempatan perbaikan bagi peserta didik.

 

@di

Editor : hendro