KARAWANG | rakyatjelata.com – Suasana penuh haru dan kegembiraan menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cilewo II, Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang pada Rabu (24/6/2026). Sekolah ini sukses menggelar acara kenaikan kelas secara sederhana namun sarat makna, tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada orang tua siswa.
Seluruh pembiayaan acara ini murni bersumber dari hasil patungan atau iuran sukarela para guru dan kepala sekolah. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata kepedulian demi kebahagiaan anak-anak didik, sekaligus mematuhi aturan yang berlaku.
Kolaborasi Kreatif Tanpa Pungutan
Ending, selaku Komite Sekolah SDN Cilewo II, menegaskan bahwa kesederhanaan acara ini justru lahir dari komitmen bersama untuk tidak memungut biaya apapun dari wali murid.
“Perayaan kenaikan kelas ini diadakan secara sederhana karena tidak memungut biaya dari orang tua siswa sepeser pun,” ujar Ending.
Meski dikonsep secara bersahaja, panggung dan penampilan tetap terasa meriah. “Adapun terkait penampilan dan kreativitas anak, itu murni hasil kerja sama dan gagasan dari para orang tua serta guru di sekolah,” tambahnya.
Menyiasati Keterbatasan dengan Gotong Royong
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SDN Cilewo II, Mutmainah, yang baru menjabat sekitar dua bulan lalu. Ia menceritakan bagaimana pihak sekolah menyiasati keterbatasan fasilitas dan dana lewat semangat kebersamaan.
“Acara ini bisa terlaksana karena kerelaan para guru patungan menutupi biayanya. Tiang panggung dipinjam dari salah satu guru, sedangkan atapnya kami sambung-sambung dari kerudung milik orang tua siswa. Sederhana tapi tetap layak,” ungkap Mutmainah.
Ia juga menyiapkan sendiri hadiah apresiasi dari rumahnya untuk siswa berprestasi dan paling aktif. “Awalnya saya sempat ragu, takut melanggar aturan atau surat edaran dari Dinas Pendidikan. Tapi karena sama sekali tidak ada pungutan kepada wali murid, saya yakin langkah ini sesuai ketentuan,” jelasnya.
Inisiatif mulia ini mendapat sambutan istimewa dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Wawan. Ia menilai cara yang ditempuh SDN Cilewo II adalah contoh terbaik yang bisa ditiru sekolah lain.
“Saya sangat mengapresiasi langkah kepala sekolah dan seluruh guru di sini. Patungan bersama, mengandalkan gotong royong, dan tidak membebani orang tua—ini adalah cara yang benar dan sesuai regulasi. Hasilnya? Anak-anak tetap bisa tersenyum, tampil percaya diri, dan merasakan momen kenaikan kelas dengan bahagia tanpa rasa terbebani,” tegas Wawan Kadisdikbud Karawang
Menurutnya, semangat seperti ini harus terus didorong. “Keterbatasan dana bukan alasan untuk membatalkan momen penting bagi siswa. Selama jalannya benar dan tidak melanggar aturan, kami sangat mendukung,” tambahnya.
Dedikasi yang ditunjukkan SDN Cilewo II menjadi bukti nyata bahwa tanpa pungutan dan dengan semangat kebersamaan, pendidikan tetap bisa berjalan menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.
Baca Juga: Ketum LSM F12 Soroti kinerja Direksi Komisi dan Pengawas Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Karawang
@di
Editor : Admin Rakyatjelata