rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Destinasi Wisata Benteng Kedung Cowek Surabaya, Diduga Menguntungkan Pungli

avatar rakyatjelata.com

Surabaya,rakyatjelata.com-Di ujung utara Kota Surabaya ada bangunan bersejarah peninggalan Hindia Belanda. Bangunan tersebut bernama Benteng Kedung Cowek yang dibangun sejak tahun 1900-an, Selasa (19/9/2023).

Masyarakat sekitar menyebut Benteng Kedung Cowek sebagai tempat penyimpanan peluru pada masa penjajahan. Namun, Benteng Kedung Cowek belum terlalu terkenal karena letaknya yang jauh dari keramaian Kota Surabaya.

Baca Juga: Hotel Majapahit Surabaya MGallery Sajikan Lebih Dari 50 Hidangan Andalan Asia di Bulan Ramadan

Berada di kecamatan Bulak Kota Surabaya yang tak jauh dari jembatan Suramadu, Destinasi wisata ini tak semua orang tahu mengenai sejarah keberadaan Benteng tempat pertahanan di masa penjajahan kolonial belanda. Benteng ini memiliki cerita yang cukup menarik, bahkan cenderung membuat para pengunjung untuk mengambil momen Hunting foto dan Prewedding hingga malakukan kegiatan menikmati teriknya matahari pagi dan sore.

Suasana pun cukup memanjakan mata jika pengunjung datang berfoto bersama-sama.Namun di balik itu, pengelola lahan parkir yang terletak tak jauh dari lokasi Benteng Kedung Cowek rupanya alih alih mengambil keuntungan pribadi dengan menarget pengunjung di peraturan tarif yang begitu membingungkan.

Kejadian itu tepat di hari Sabtu (16/9/2023) pagi pukul  09.30 wib.

Saat mengunjungi lokasi Benteng Kedung Cowek, Pria itu bernama Riski yang beralamat di jalan Kedung tarukan Jorjoran Surabaya, ia terkejut saat salah satu orang mendatanginya.

"Mas sudah tahu peraturan apa gak, kalau mau foto-foto harus bayar lagi," ucap petugas parkir dengan pakian kemeja coklat.

"Kalau gak mau bayar sudah hapus semua foto-foto yang sudah diambil," ungkapnya lagi.

Riski menjelaskan, petugas parkir berupaya berkoordinasi supaya kami bisa di jelaskan di pos.

Baca Juga: Rombongan Pengawas Pemilu Bangga Tak Gunakan Helm di Jalan Raya

Setelah tiba di pos petugas pakir yang diduga pungli memberikan keputusan dan menjelaskan bahwa untuk mengambil kegiatan gambar dikenakan dengan tarif rata-rata Rp 150.000 di tambah lagi keterangan yang tertera di karcis motor dan lain-lainnya.

Tak ambil pusing Riski bersama rekan-rekannya langsung bertindak meninggalkan lokasi Destinasi Wisata Benteng Kedung Cowek tersebut.

Riski mengatakan untuk mengurungkan berfoto dan tidak lagi akan mengunjungi peninggalan bangunan gudang peluru yang berdiri sejak penjajahan belanda.

"Lah kok aneh karcis yang tidak ada stempel (tertanda) Pemerintahan Kota Surabaya maupun pengelola lainnya, saya curiga jangan-jangan ini Retribusi Bodong yang masuk ke kantong pribadi," cetusnya Riski.

Baca Juga: Survei PRC: Khofifah Perkasa di Pilgub Jatim 2024

Terlebih Riski menduga penarikan pungutan Retribusi bodong di pastikan perawatan Benteng Kedung Cowek yang di tetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya oleh Eks Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Tahun 2019 tidak pernah terlaksana.

"Bangunannya tidak terawat, dinding yang retak berlumut maupun halaman yang dipenuhi rerumputan berantakan di biarkan begitu saja," kata Riski.

"Wes rakyat suroboyo kok tambah dibujuk i (masyarakat Surabaya kok mau di bohongi begitu saja)," tambah Riski.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menetapkan Benteng Kedung Cowek yang berlokasi di Jalan Kedung Cowek, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak Surabaya sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB). Penetapan benteng sebagai BCB ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Surabaya Nomor: 188.45/ 261 / 436.1.2/2019 tanggal 31 Oktober 2019. (Ndro).

Editor : hendro