Surabaya, rakyatjelata.com - Melihat wanita tua renta sedang menggendong seorang gadis yang dirinya sebenarnya tidak butuh untuk di gendong, tetapi kenapa nenek itu memaksa untuk mengendong kemanapun dia pergi. Berkilo kilo nenek itu berjalan ke sana kemari membawa dan menggendong gadis itu tanpa merasa lelah.
Baca Juga: “Kabinet Surabaya Berkah” buka Peluang Semua Partai Incharge Kerja
Akupun melihatnya dengan sedikit bertanya tanya, apakah dunia sudah terbalik. Anak gadis yang seharusnya sudah bisa berkarya dan mengukir prestasi hanya tersipu pasrah dengan seonggok permasalahan yang di bawa nenek itu. Dia hanya bersandar di pundak sang nenek.
Mungkinkah penderitaan sang nenek akan di wariskan kepada anak gadis itu, tentu sangat tidak mungkin. Lalu apa yang sedang terjadi?
Baca Juga: Surabaya Berbenah: Pembangunan Infrastruktur di Wiyung-Balas Klumprik Terkendala, Warga Mengeluh
Mereka ada di sekitar kita, ada di samping kita dan ada di hati kita. Tetapi kemana pikiran kita saat merasakan getaran ketika gelombang nurani menyapa hati.
Baca Juga: Hotel Majapahit Surabaya MGallery Sajikan Lebih Dari 50 Hidangan Andalan Asia di Bulan Ramadan
(Ki/Red)
Editor : Admin Rakyatjelata