KARAWANG | rakyatjelata.com - Ditengah upaya membangun kembali kepercayaan publik dan mendorong reformasi birokrasi, Dinas Pupr kabupaten Karawang bidang SDA justru menorehkan catatan kelam serta mendapatkan rapot merah yang menyita perhatian publik kepada masyarakat karawang. Tahun 2025 menjadi babak penuh luka, yang seharusnya menjadi awal perbaikan kinerja bidang SDA Dinas Pupr Karawang, namun justru memantik lebih banyak tanya, ada apa dengan bidang SDA Dinas PUPR?
Memasuki tahun 2024 sampai tahun 2025 Dinas Pupr bidang SDA kabupaten Karawang dibawah kepemimpinan Aris mencatat reputasi yang memprihatinkan. Reputasi buruk dan rapot merah buat kinerja Kabid, para kasi atau ketua tim, serta direksi komisi itu menjadi sorotan Ketua Umum LSM F12 H Ade Hidayat. "Dengan banyaknya kegiatan di lapangan yang dinilai buruk yang paling menonjol kegiatan saluran drainase Uditch, banyak temuan tidak sesuai RAB dan Gambar dan pengawas juga kurang maksimal, apa lagi direksi komisi juga asal tanda tangan tanpa di lihat kwalitas pekerjaan," terangnya, Kamis (26/2/2026).
"Dari banyaknya pekerjaan drainase dan uditch nyaris semua titik pekerjaan tidak sesuai spek dan dugaan kuat pekerjaan dikorupsi, pasalnya dari data yang kami miliki ada 50 titik, kami lengkapi foto fisik dan papan proyek semua pekerjaan buruk. Bupati Karawang seharusnya tahun 2026 evaluasi kinerja bidang SDA dinas Pupr jangan tutup mata, pantas saja dinas Pupr selalu menjadi temuan BPK terus.ucapnya
Dari data 50 titik pekerjaan drainase dan uditch yang kami miliki,akan tindak lanjut membuat laporan ke APH untuk bisa dilakukan penyelidikan karena dugaan kuat semua pekerjaan dikorupsi,ini terindikasi karena pejabat dipupr sudah komitmen diawal untuk fee nya sehingga berdampak ke kwalitas pekerjaan disemua titik baik drainase dan uditch.tutup H Ade
Dari informasi berita ini mantan Kabid SDA dinas pupr dikonfirmasi lebih memilih bungkam. (adi)
Editor : hendro