SURABAYA | rakyatjelata.com — Film berjudul "Seribu Bayang Purnama" garapan sutradara Yahdi Jamhur menjadi sorotan dalam dunia perfilman nasional, khususnya karena mengangkat isu strategis seputar pertanian dan nasib petani Indonesia. Film ini bukan sekadar karya sinematik, tetapi menjadi tolok ukur baru bagaimana sinema mampu menyuarakan keresahan sosial serta menggugah kesadaran kolektif tentang pentingnya regenerasi petani. Jumat, 11 Juli 2025
Dalam keterangannya, Yahdi Jamhur menjelaskan bahwa film ini lahir dari rasa prihatin terhadap nasib petani yang kerap kali terjerat rentenir demi membiayai musim tanam.
“Bertani mestinya menjadi profesi yang menguntungkan dan layak dijadikan pilihan hidup, agar terjadi regenerasi petani secara berkelanjutan. Masyarakat harus mulai menghargai peran penting petani,” jelasnya.
Baca Juga: Cak & Ning Surabaya Dukung Kolaborasi Produksi Film Pendek Bersama KFAK
Judul Seribu Bayang Purnama, lanjut Yahdi, merupakan simbol harapan bagi masa depan pertanian Indonesia yang diwakili oleh karakter Putro tokoh utama dalam film yang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Genre cerita ini juga melawan arus tren perfilman saat ini, karena kami ingin menyampaikan pesan yang kuat dan berbeda,” tambah Yahdi.
Film ini diproduksi oleh Baraka Films, dengan Joao Mota sebagai produser eksekutif dan Yahdi Jamhur sebagai sutradara utama.
Baca Juga: "Ludruk di Ujung Tanduk": Sebuah Dokumenter tentang Napas Terakhir Warisan Budaya Jawa Timur
Sementara itu, Komite Film Dewan Kesenian Surabaya (DKS), melalui Kiki Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap hadirnya film ini, serta harapannya agar perfilman di Jawa Timur khususnya Surabaya dapat terus berkembang.
“Saya berharap hadirnya seperti KFAK (Komunitas Film Anak Kampung) yang sudah sangat konsisten dalam menampung para sineas muda, baik dari kalangan pelajar maupun mahasiswa, terus berkembang. Dengan pembinaan yang sistematis, kita optimis Surabaya bisa melahirkan sineas-sineas muda yang andal di bidangnya,” ujar Kiki.
Ia juga menegaskan pentingnya peran Dewan Kesenian Surabaya sebagai wadah dan gerbang bagi para pelaku seni untuk berkembang secara berkelanjutan.
“Para pelaku seni wajib memiliki wadah yang kuat demi keberlangsungan kesenian di Surabaya. Melalui Dewan Kesenian, mari kita bangun ekosistem berkesenian yang bertanggung jawab, Dengan motivasi yang baik dan berkelanjutan insha Allah akan tercipta ekosistem yang sehat dan bisa di banggakan nantinya,” pungkasnya. (Red)
Baca Juga: Program "Sego Rongewu" Sapa Warga Ngagelrejo, Dukung Kegiatan Sosial dan Giat KFAK
Editor : Admin Rakyatjelata