rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Masyarakat Desa Sayoang Berbondong-bondong Perbaiki Jembatan Darurat yang Rusak Parah, Harapkan Perhatian Pemerintah

Foto : Kegiatan warga
Foto : Kegiatan warga

Sulawesi | rakyatjelata.com - Desa Sayoang, yang terletak di bacan timur Kabupaten Halmahera selatan dengan kondisi geografis yang cukup menantang, belakangan ini menjadi sorotan karena aksi solidaritas warganya dalam memperbaiki sebuah jembatan darurat yang menjadi satu-satunya penghubung antara Desa Sayoang dan Desa Yaba. Jembatan ini merupakan akses vital bagi aktivitas warga sehari-hari, baik untuk pergi ke kota , mengangkut hasil pertanian, maupun untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Namun sayangnya, jembatan tersebut sudah dalam kondisi rusak parah sejak beberapa bulan terakhir. Sebagian papan jembatan sudah lapuk dan banyak yang terlepas, tiang penyangga mulai keropos, dan tali pengaman tidak lagi layak digunakan. Dalam beberapa kasus, warga bahkan terpaksa menyeberang dengan sangat hati-hati agar tidak terperosok. Sudah beberapa kali kendaraan roda dua nyaris terjatuh ke sungai karena bagian lantai jembatan amblas secara tiba-tiba.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat Desa Sayoang pun tidak tinggal diam. Tanpa menunggu bantuan dari pihak luar, warga bergotong-royong memperbaiki jembatan tersebut dengan alat dan bahan seadanya. Dari pagi hingga sore hari, puluhan warga—mulai dari pemuda, orang tua, hingga ibu-ibu—turun langsung ke lokasi jembatan. Mereka membawa kayu, tali, paku, dan peralatan lain hasil swadaya masyarakat.

"Kalau kita tunggu bantuan dari luar, entah sampai kapan jembatan ini akan diperbaiki. Padahal ini satu-satunya jalan kami menuju pasar dan sekolah," ujar pk benja salah satu tokoh masyarakat di Desa Sayoang. "Kami berharap setidaknya dengan memperbaiki semampunya, jembatan ini masih bisa digunakan sementara waktu."

Aksi ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong-royong yang masih hidup di tengah masyarakat pedesaan. Namun, di balik semangat tersebut, tersimpan kekhawatiran yang dalam. Perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara karena keterbatasan bahan dan keahlian teknis. Warga menyadari bahwa jembatan tersebut sebenarnya sudah tidak layak pakai dan butuh perbaikan menyeluruh dari pihak berwenang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan melihat langsung kondisi jembatan tersebut. "Kami bukan minta mewah, kami hanya ingin jembatan yang aman. Jembatan ini penting bukan hanya untuk kami di Sayoang, tapi juga untuk warga Desa Yaba," tambah Bu telya, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari harus menyeberangi jembatan tersebut untuk menuju ke lokasi kebun

Aksesibilitas infrastruktur yang layak merupakan hak dasar setiap warga negara. Jika jembatan rusak ini dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan akan berdampak pada keselamatan jiwa, terganggunya aktivitas ekonomi warga, serta menurunnya akses pendidikan dan kesehatan. Apalagi jika terjadi musim hujan, arus sungai di bawah jembatan meningkat dan memperparah kerusakan struktur yang sudah rapuh.

Kini, masyarakat Desa Sayoang dan Yaba menanti langkah nyata dari pemerintah. Mereka sudah membuktikan semangatnya dalam menjaga fasilitas umum. Namun beban perbaikan infrastruktur seharusnya tidak hanya ditanggung oleh masyarakat. Diperlukan komitmen dan kehadiran nyata dari pemerintah untuk memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

Dengan adanya perhatian dan tindakan yang cepat, diharapkan jembatan penghubung antara Desa Sayoang dan Yaba bisa dibangun kembali dengan struktur yang kuat, aman, dan tahan lama. Hal ini akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan dan masa depan warga desa yang selama ini telah menunjukkan ketahanan dan solidaritas luar biasa.

Editor : Admin Rakyatjelata