rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Korban Pengeroyokan Oknum TNI Di Boyolali Tolak Berdamai, Hingga Kembalikan Bingkisan Dan Biaya Perawatan

avatar rakyatjelata.com

SURABAYA I rakyatjelata.com-Tak menerima belas kasih bingkisan dari TNI, keluarga korban pengeroyokan oleh oknum TNI yang terjadi di depan markas kompi B Raider 408/Sbh Boyolali, Sabtu (30/12/2023) mengembalikan dengan alasan proses hukum terus berjalan.

Paska pengeroyokan oleh sejumlah oknum TNI, para korban yang semuanya adalah relawan Ganjar-Mahfud masih menjalakan perawatan medis di Rumah sakit Pandan Arang Boyolali sampai saat ini.

"Para korban yang dikeroyok oknum TNI mengembalikan bingkisan dan biaya rumah sakit sebagai bentuk penolakan atas jalan damai yang diajukan," terang Dwiratno salah satu perwakilan keluarga korban kepada awak media, Minggu (31/12).


"Dari keluarga terus terang tidak mau menerima. Dari pihak keluarga inginnya proses hukum sampai tuntas," kata Dwiratno.

Ketujuh orang simpatisan pendukung Ganjar-Mahfud itu dianiaya di depan Markas Kompi B Raider 408/Sbh, Boyolali. Mereka dianiaya saat perjalanan pulang dari acara yang dihadiri Calon Presiden Ganjar Pranowo di Boyolali.

Penganiayaan itu mengakibatkan Arif (18) dan Handono (18) mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. Sehari setelah penganiayaan itu, keduanya juga masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Pandan Arang Boyolali.

Dwiratno menyebut kondisi dua pemuda asal Desa Genting, Kecamatan Cepogo itu sudah mulai membaik. Sebelumnya kedua ponakannya itu mengalami luka lebam yang cukup parah. Luka paling banyak terjadi di bagian kepala.

"Kondisinya sadar. Tapi mau melihat itu susah (matanya sulit dibuka)," katanya.

Dia mengaku pasca kejadian ini, perwakilan anggota TNI menjenguk keduanya di RSUD Pandan Arang Boyolali. Anggota TNI Kompi B Raider 408/Sbh, Boyolali juga membawa bingkisan.

Namun bingkisan itu, akhirnya dikembalikan ke markas. Perwakilan keluarga mengembalikan bungkusan plastik warna merah itu ke Markas pasukan 408 Boyolali. Selain, itu keluarga juga menolak pembiayaan rumah sakit untuk pengobatan keduanya.

Editor : hendro