rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

BI Prediksi Ekonomi Jatim Triwulan III 2023 Tumbuh Membaik Dibandingkan Triwulan II

avatar rakyatjelata.com

SURABAYA, rakyatjelata.com - Kantor Perwakilan (Kpw) BI Jatim memprediksi ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III 2023 akan tumbuh lebih baik jika dibandingkan triwulan II 2023.

Hal ini dapat dlihat dari perbandingan kinerja ekonomi Jawa Timur triwulan II 2023 tumbuh 5,24% (yoy), lebih tinggi dari triwulan I 2023 (4,96%, yoy), karena investasi dan konsumsi pemerintah yang membaik.

Baca Juga: Laju Inflasi Turun BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Jatim akan Meningkat

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) BI Jatim, Doddy Zulverdi pada acara Bincang Bareng Media membahas RDG Agustus 2023 terkait perkembangan ekonomi terkini, dan FESyar Jawa 2023 di Ruang Kahuripan Lt. 5 Kantor BI Provinsi Jawa Timur. Selasa 5 September 2023.

Apa yang disampaikan ini terkait Fokus Kebijakan Bank Indonesia dalam Keputusan Rapat Dengan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 23-24 Agustus 2023 lalu.

Menurutnya, upaya yang terus dilakukan BI adalah menguatkan nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas dengan fokus pada transaksi spot dan DNDF.

Juga menerbitkan SRBI sebagai instrumen OM yang pro-market untuk memperkuat pasar uang, mendukung aliran masuk modal asing, dan mengoptimalkan aset SBN.

Termasuk melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga perbankan pada Sektor Perumahan dan Pariwisata

Hal lain juga mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk ekonomi dan keuangan digital, (i) dengan kebijakan QRIS Tarik Tunai, Transfer, dan Setor Tunai (TUNTAS) bersama industri, dan (ii) uji coba QRIS antarnegara dengan Singapura

Tak kalah penting BI juga menyukseskan Keketuaan ASEAN 2023 dengan fokus pada jalur keuangan dalam 5 pencapaian: bauran kebijakan, transaksi mata uang lokal, konektivitas pembayaran regional, inklusi keuangan, dan penguatan proses keuangan ASEAN.

Termasuk memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, mitra strategis, serta kerjasama internasional dengan bank sentral dan otoritas negara mitra.

Dijelaskan Doddy Zulverdi, perlambatan konsumsi terutama disebabkan oleh: (i) normalisasi permintaan pasca HBKN Idul Fitri dan Idul Adha 2023; (ii) akhirnya serangkaian libur sekolah dan perkuliahan; (iii) pencairan Bansos, THR, dan gaji ke-13 pada triwulan II 2023; serta (iv) penyelesaian insentif pemerintah seperti PPN DTP Properti dan PPnBM DTP LCGC.

Selain itu, kata Doddy, investasi diprakirakan turut melambat terutama disebabkan oleh: (i) mayoritas konstruksi besar telah berlangsung pada triwulan II 2023 sehingga pada triwulan III 2023 sudah berada pada tahap finishing (Bandara Kediri); (ii) terdapat proyek yang mengalami kendala penundaan (proyek Tol Legundi Bunder Manyar Seksi 4); serta (ii) perlambatan pembiayaan/kredit LU Konstruksi.

Ditambahkannya, perlambatan indikator ekonomi pada awal triwulan III 2023 tercermin dari penurunan keyakinan konsumen, kondisi investasi, penjualan eceran beberapa komponen, serta impor bahan konstruksi dan barang modal Jawa Timur.

Selanjutnya, Indeks keyakinan Konsumen melambat pada awal triwulan III 2023, mengindikasikan perlambatan Konsumsi. Prakiraan Investasi (SKDU) Jawa Timur diperkirakan melambat pada triwulan III 2023 yang mengindikasikan perlambatan kinerja Investasi.

Kemudian, penjualan eceran pada komponen Peralatan & Komunikasi, Perlengkapan RT, dan Budaya & Rekreasi turut melambat pada awal triwulan III 2023 yang mengindikasikan perlambatan kinerja Perdagangan.

Perlambatan kinerja impor bahan konstruksi dan barang modal pada awal triwulan III 2023 mengindikasikan lebih rendahnya kinerja investasi dan konstruksi, tutur Alumnus Columbia University ini.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Kpw BI Jatim, Muslimin Anwar menjelaskan, tema FESyar 2023 nanti yakni, Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Dukungan Digitalisasi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa yang Inklusif.

Adapun 3 topik utama yang menjadi fokus FESyar Jawa 2023 tersebut yakni; Inklusi, Digitalisasi, dan Growth.

Berikut ini jadwal Hybrid Event :

Baca Juga: Dukung Kebijakan Berbasis Keilmuan, BI Gandeng Universitas Airlangga Gelar EJAVEC Jilid 10

- Opening Ceremony 29 September 2023 (Business Coaching & Business Matching 1 September - 1 Oktober 2023);- Tabligh Akbar 30 September 2023;- Sharia Economic Forum (Seminar dan Talkshow 29 September - 1 Oktober 2023);- Sharia Economic Fair (Showcase UMKM 29 September - 1 Oktober 2023); dan- Semarak FESyar Jawa (7 Lomba Islami 1 September - 1 Oktober 2023.

Agenda FESyar Jawa 2023 :

1. Seminar Model Bisnis Usaha Syariah (Pesantren dan Non Pesantren)2. Seminar Literasi dan Inklusi Syariah3. Seminar Model Pembiayaan Usaha Syariah melalui Optimalisasi Dana ZISWAF4. Seminar dan Fasilitasi Sertifikasi Halal.

Talkshow1. Halal Foodpreneurs: Inspirasi Bisnis Masa Kini.

Business Matching :

a. Business Matching Financing (Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank) Dukungan terhadap UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga LJKS dan LJKNBS.b. Business Matching Trade Offline (Fair & Booth BM) Online (e-commerce).

Sharia Economic Fair :

Ceremony dan Tabligh Akbar1. Opening Ceremony, tmsk Gerakan Sadar Wakaf (29 Sept'23)2. Tabligh Akbar bersama Habib Syech Abdul Qadir (30 Sept'23)3. Semarak FESyar Jawa 2023 (Closing Ceremony) (1 Okt'23).

Showcase UMKM, Partner, dan BI Corner1. Hall of Inspiration2. Showcase UMKM dan Pesantren Offline dan Online3. Showcase Lembaga Partner (Perbankan, LAZ dan Pariwisata)4. BI Corner dan ZISWAF Corner5. Booth Edukasi CBP, Perlindungan Konsumen dan Penukaran Uang.

Jadwal Lomba-lomba :

Baca Juga: GNPIP 2023 : Jelang Ramadan, BI dan Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Pangan

1. Lomba Islamic Voice Competition2. Lomba Konten Eksyar3. Lomba Dakwah Ekonomi Syariah antar Pesantren4. Lomba Wirausaha Muda Syariah5. Lomba Model Usaha/Ekonomi Pesantren6. Lomba Pemberdayaan Ekonomi/Masyarakat Lembaga Ziswaf7. Road to IN2MotionFEST (lomba desainer umum dan pesantren)

Menurutnya, pihaknya akan mencarikan tempat lokasi festival syariah (fesyar) yang lebih besar, juga akan melibatkan UMKM lebih banyak yang berbasis halal.

"Kami juga akan memperbanyak aktivitas dari sisi komunikasi serta juga melibatkan dari berbagai media sosial," katanya.

Menurutnya, BI ingin gaungkan, sehingga strategi, baik dari sisi pemilihan lokasi, pemilihan jumlah peserta, audiens, kemudian juga strategi komunikasi, itu semua mengarah bagaimana membuat gaung dari fesyar di Jawa lebih luas dari pada tahun lalu.

Hal lain pihaknya juga memperbanyak didalam forum fesyar seperti penyampaian contoh bisnis model, yang sudah terbukti berhasil di jalankan dengan baik di pondok pesantren, maupun pengusaha yang bukan dari pondok pesantren maupun juga contoh bisnis model yang punya potensi untuk dikembangkan kedepan melalui berbagai lomba jadi itu yang kita inginkan.

"Kita ingin memperbanyak penyampain terkait showcase contoh seperti bisnis model, baik yang sudah berjalan dengan baik, sukses , maupun sifatnya yang konseptual, itu yang membedakan," ucap Doddy Zulverdi

Pihaknya ingin yang terlibat makin banyak, semua lembaga yang memang bagian dari ekosistem ekonomi syariah di Jawa.

"Kita ajak serta seluruh kepala kantor perwakilan bank Indonesia yang ada di jawa, minta tampilkan yang terbaik dari mereka bina," tandas Doddy.

Ditambahkan Doddy, mereka juga membangun Interaktif dari semua pihak termasuk dari pemda supaya semakin kuat dan ini tengah dipayakan.(id@)

Editor : ida