Rakyatjelata Bojonegoro - Tim Bola Voli Desa Tegalkodo Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro Jawa timur memilih keluar atau walk out di tengah pertandingan Soko Cup di lapangan Dusun Sekonang Desa Soko Kecamatan Temayang, Bojonegoro Jawa timur. Rabu (23/8/2023).
Hal itu lantaran wasit yang memimpin laga semi final yang mempertemukan antara Tim Bola Voli Desa Tegalkodo Mboyz vs Tim Bola Voli Dampu Awang sebagai tuan rumah itu dinilai beberapa kali telah melakukan keputusan yang mengecewakan sehingga merugikan tim Desa Tegalkodo dan menguntungkan tim tuan rumah
Pantauan media ini, kedua tim bermain dengan performa terbaiknya, sehingga saling curi poin dari Spike keras hingga tipuan di tunjukkan oleh kedua tim. Sehingga pertandingan itu menghasilkan skor 2-2 dan harus diselesaikan dengan set ke-5 untuk penentuan.
Tepat di pertengahan pertandingan di set kelima, Tim bola voli Tegalkodo akhirnya memilih keluar atau walk out setelah cemesan tuan rumah yang di nilainya keluar namun oleh wasit di putuskan masuk dan poin akhirnya di berikan kepada tuan rumah.
Merasa ada yang aneh dengan pertandingan tersebut dan sebagai bentuk puncak kekecewaan setelah beberapa kali merasa dirugikan oleh wasit, akhirnya Official Tim bola voli Tegalkodo menginstruksikan anak-anak asuhannya untuk meninggalkan lapangan bola voli.
Akibat walk out itu pertandingan semi final ini sempat berhenti beberapa menit, tapi setelah tim panitia membujuk dan meminta tim Tegalkodo untuk menghormati turnamen dengan melanjutkan pertandingan hingga selesai, akhirnya tim bola voli Tegalkodo yang sudah berada di tempat parkir dan melepas sepatu kembali ke tengah lapangan.
Namun demikian, di set lanjutan itu terlihat tim bola voli Tegalkodo terlihat hanya melakukan formalitas saja sebagai syarat pertandingan harus tuntas. Tim bola voli Tegalkodo sengaja tidak melakukan perlawanan, tim desa Tegalkodo terlihat sengaja mengalah dan memberikan kemenangan untuk tuan rumah dengan mudah.
Hal tersebut seperti membiarkan bola service Tuan rumah yang di biarkan masuk begitu saja, tidak melakukan blok, hingga cemesan yang sengaja di arahkan keluar lapangan lawan. Dan hal itu dilakukan di sisa waktu set kelima hingga akhir pertandingan.
Kepada media ini, salah satu Official Tim Tegalkodo mengatakan, hal itu dilakukan memang sengaja sebagai bentuk puncak kekecewaan terhadap wasit. Sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan ini di nilainya merugikan timnya yang bisa berdampak dapat menjatuhkan mental anak - anak asuhnya.
"Ini bagaimana kita mau main, kalau wasitnya begitu, dan itu dilakukan beberapa kali, bisa depresi dan kena mental ini anak-anak,ujarnya. (Arh).
Editor : arif