rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Kampung KB Kelurahan Jepara Gelorakan Semangat Menuju Zero Stunting

avatar rakyatjelata.com

Foto : Kader Kampung KB Guyub Kertoraharjo Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Kota Surabaya

Baca Juga: Rating Kasus Stunting Terus Menurun, Wali Kota Eri Optimis segera Zero Stunting


SURABAYA,rakyatjelata.com - Seluruh elemen di Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Kota Surabaya bersemangat menggelorakan Dapur Sehat Jum'at Berkah Kampung KB Guyub Kertoraharjo menuju Zero Stunting.

Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) diharapkan bisa menjadi salah satu upaya percepatan penurunan stunting.

Dimana diharapkan balita dan orangtuanya mempunyai tambahan informasi, pengenalan, pengalaman dan pemahaman akan aneka asupan gizi seimbang, yang tidak harus mahal, tetapi cukup variatif, mudah didapat, menyehatkan dan digemari oleh anak balita.

dra. Emi Saraswati, sebagai Penyuluh KB menuturkan "Kegiatan Dashat kali ini, dimana saat ini tiba gilirannya sebagai tuan rumah adalah wilayah RW 1 Jepara, tidak hanya melibatkan Lurah, Penyuluh KB, pokja Kampung KB serta unsur TPK saja".

Masih Emi menerangkan Tetapi Alhamdulillah telah bisa mengajak pihak RT dan RW setempat untuk ikut aktif berperan serta peduli dan berkomitmen agar jumlah stunting di wilayah Kelurahan Jepara semakin berkurang bahkan menjadi Zero, Ucapnya.

[caption id="attachment_83331" align="alignnone" width="953"] Foto : Pembina Kampung KB (Kampung Keluarga Berkualitas) dra. Emi Saraswati, sekaligus sebagai Penyuluh KB sebelah kiri bersama kader Kel. Jepara Kec. Bubutan Surabaya[/caption]

Pembina Kampung KB (Kampung Keluarga Berkualitas) dra. Emi Saraswati, sebagai Penyuluh KB, berharap, upaya percepatan penurunan Stunting dengan program  Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Jumat Berkah di Kampung KB Kel. Jepara Kec Bubutan Surabaya.

Dia berharap dapat membawa dampak yang signifikan terhadap turunnya angka stunting di wilayah Kelurahan Jepara (di bulan Februari sebanyak 17, Alhamdulillah saat ini sudah turun menjadi 10). Terangnya

Baca Juga: Pangdam V/Brw memberikan Semangat Kepada Pasien RS Tk II dr. Soepraoen Kesdam V/Brw

Di samping itu, menurutnya, program Percepatan penurunan Stunting akan semakin cepat terselesaikan jika semua elemen yang ada di masyarakat bisa bergerak bersama, saling peduli, saling bergandengan tangan sehingga program ini tidak hanya dianggap hanya urusan pemerintah dan kader saja sebagai pelaksananya.

Kegiatan dihari ini, Jumat 12 Mei 2023, selain dihadiri para kader dari seluruh RW, juga turut hadir Penyuluh KB, Emi Saraswati dan Lurah Jepara, ibu Tiena Wahjuningsih P.,S.H.,M.Hum

Dirinya menegaskan, kuatnya suatu bangsa, dimulai dari berkualitasnya anggota keluarga yang terdiri dari orangtua dan anak-anaknya. Anak sehat dan cerdas menjadikan tabungan yang bermakna bagi bangsa kita.

dra. Emi Saraswati yang juga pembina Kampung KB menandaskan kembali bahwa total balita terkategori stunting di Jepara 10 anak.

Tentang strategi yang bisa digunakan untuk turunkan angka stunting di kelurahan ini, Emi mengatakan, melalui pendampingan TPK, Dapur sehat Jumat berkah.

Baca Juga: Dengan Kemeriahan Lomba Sambut HUT Kemerdekaan, Bangkitkan Semangat dan Kegembiraan

Ditanya apa kendala utama sehingga masih banyak anak balita stunting, Emi mengatakan, peran pola asuh dari orangtua balita yang masih kurang tepat.

Apakah pola bapak angkat bisa digunakan untuk atasi ini karena rata rata terkena stunting dari keluarga tidak mampu, Emi mengatakan, Insha Allah bisa.

'Tetapi  stunting bukan hanya karena faktor stunting tetapi  juga lebih karena faktor pola asuh yang kurang tepat. Insha Allah Jumat Berkah akan dijadikan program tetap. Dan ada rencana menambah peran RT/RW serta masyarakat yang berminat," pungkas Emi.(id@)

Editor : ida