MAJALENGKA,rakyatjelata.com
Banyak Kades,ketua yayasan dan rekan media jadi Korban sehingga menanggung kerugian berupa materi yang bervariatif dari mulai 3 jutaan rupiah,belasan juta bahkan puluh juta,dan beban moral nama baik bagi para rekan media yang ikut menyebar informasi tersebut.Jum,at 5 Mei 2023
Awal mula menyebarnya informasi dana hibah Banprov yang di duga piktif di sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Barat ke beberapa desa , berawal dari orang-orang media,tak heran karena Orang yang paling bertanggung jawab atas program ini adalah salah satu oknum PIMRED MEDIA RA, yang mana media tersebut ada dalam lingkungan salah satu media mitra polda jabar, yaitu saudara EH
Sehingga dengan mudah rekan-rekan media lainnya mempercayai ke benaran informasi yang disampaikan oleh saudara EH tersebut
Dan segera menyebar dari mulut ke mulut dan melibatkan banyak orang sehingga informasi program ini cepat sampai ke para Kades di beberapa kabupaten di Jabar, beberapa Kabupaten tersebut terdiri dari Majalengka,Subang, Karawang, Bekasi,Tasik dll.
Mulanya pada Tahun 2020 akhir Saudara EH dan Saudara AS,Membuat pertemuan di Kantin PUSDAI, Bersama dengan beberapa kepala desa.Dan pertemuan selanjutnya di adakan di RM AMPERA SOEKARNO HATTA.
Disana Mereka Memberikan Contoh Proposal ajuan dalam bentuk pdf dengan nominal Ajuan 2,5 Milyar Rupiah yang boleh digunakan untuk InfrastrukturSerta menjelaskan mekanisme serta jalur birokrasi dana hibah tersebut.
Beberapa point yang disampaikan oleh saudara EH adalah
1.Bahwa Saudara EH dan Saudara AS , memiliki Atasan Bernama AW, yang adalah Orang kepercayaan pa Wagub dan masuk TIM-9 RK yang juga ikut mendanai kampanye RK dan UU
Sehingga Aw memiliki kapasitas Mengawal program Aspirasi Wagub Jabar.
2.Bahwa Anggaran adalah dana PEN atau Pemulihan Ekonomi Nasional
3.Bahwa Anggaran adalah Dana Aspirasi Wagub Jabar untuk Konstituen nya.
4.Proposal fisik di masukan ke SETDA di bagian penerimaan Surat Masuk,Dan proposal Pdf di upload Secara online melalui akun TIM-9 demikian menurut AS dan EH meyakinkan.
5.Adapun Komitmen dengan para Kepala Desa yaitu
Kepala Desa Bersedia memberikan Dana BOP atau Uang Pelicin secara bertahap dari mulai senilai Rp.10.000.000 Di awal , Rp.5.000.000 dan terakhir Rp.2.500.000.Dan Khusus Karawang Bekasi Rp.22.500.000
Yang akan di kembalikan apabila Dana Hibah tersebut tidak cair,dan di Ttd di atas kwitansi bermaterai oleh EH.
Ada Pula BOP TIM yang telah disepakati untuk keperluan konsumsi saat pertemuan, transportasi Tim di lapangan dll
Dengan nilai yg Variatif sesuai kebutuhan,dari mulai 500 ribu s/d 5 juta rupiah, tergantung tempat dan sitausi,serta jumlah orang yg datang saat pertemuan(2,5 juta Karawang, Bekasi).
5.Ada komitmen Pengembalian 30% dari KADES kepada TIM-9(EH)
Dengan pembagian Sebagai berikut
25% untuk EH Ke atas
5% untuk Tim di lapangan.
Apabila Dana Hibah ini Cair
LPJ dikerjakan oleh TIM-9
Dan semua disepakati bersama oleh kedua belah pihak (Kades & Eh).
Setelah pertemuan tersebut.
Singkat cerita
Proposal pun diserahkan ke EH , yang menurut EH akan di serahkan ke Kantor Setda dan menugaskan saudara AS, ke bagian penerimaan surat masuk,saya pun pernah 3x ikut bersama AS guna memastikan ucapan EH, Dan benar disana diterima oleh petugas yang menerima biasa di panggil bu Haji oleh AS.
Tapi saya tidak mengenali wajahnya karena tertutup masker.
Beberapa Kades ada yang ikut langsung menyerahkan proposal tersebut, salah satunya Kades dari wilayah Subang,dan Karawang,diantar oleh Saudara AS.Dan Mereka menerima bukti penerimaan surat masuk.
Sehingga Para Kades makin Yakin dan percaya,di dukung foto-foto yang di kirim oleh saudara EH kepada Para Kades dan Rekan-rekan di lapangan
Yang menunjukkan saudara EH sedang rapat dengan orang yang disebut atasannya yaitu saudara AW , dan foto-foto saudara AW bersama beberapa pejabat penting di Jabar termasuk Pa Wagub dan dengan orang yg mirip dengan pejabat Kabid Provinsi.
Inilah yang menjadi dasar percaya nya semua orang kepada EH dan program yang dibawanya.Namun Tahun berganti Dana tersebut tidak kunjung cair.Dengan alasan adanya Recofusing anggaran karena Covid.Hingga hari ini hampir 2 tahun berjalan.Dana itu tak juga cair.Dan Para Kades meminta Pengembalian uang sesuai janji EH.
Namun Belum ada kejelasan Apapun baik dari EH ataupun dari AW
EH pun menyampaikan alasan bahwa Uang dari Kades disetor ke AW dan hingga saat ini AW tidak diketahui keberadaannya dan sulit dihubungi,Namun lewat pesan WA EH menyampaikan bahwa bulan Mei ini AW akan mengembalikan uang Kades.
Namun alasan ini tidak membuat para kades percaya karena EH sudah beberapa kali membuat janji namun selalu meleset, sehingga membuat para Kases Geram
Dan Tim di lapangan menjadi beban moral yang berat terhadap para kepala desa karena mereka lah yang berhubungan langsung dengan para Kades.
Hingga Berita ini ditulis
Beberapa Rekan media sudah konfirmasi kepada pihak Wagub Jabar tentang program ini
Dan pa Wagub menegaskan bahwa tidak kenal dengan AW dan tidak ada program dana hibah tersebut.
IS
Editor : Admin Rakyatjelata