KARAWNG,rakyatjelata.com
Mulai diberlakukannya penarikan biaya parkiran dan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan oleh para pedagang setiap harinya di Pasar Proklamasi Rengasdengklok menjadi keluhan dari para pengunjung dan pedagang. Pihak pengembang atau pengelola pasar yakni PT. Visi Indonesia Mandiri (VIM) sama sekali tidak merespon adanya keluhan para pengunjung dan para pedagang tersebut.
Saat dimintai tanggapannya, dari pihak pengembang atau pengelola pasar Proklamasi Rengasdengklok, Agung selaku General Manager (GM), hanya mengatakan terkait parkiran pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada para pedagang. Adapun, terkait banyaknya biaya tak terduga tersebut dirinya tidak merespon sedikitpun.
Dilansir dari portlajabar.net. Sabtu (29/4)."Terkait parkiran, kita sudah sosialisasi kan sebelumnya," singkat Agung
Sementara, salah seorang pengunjung pasar proklamasi Rengasdengklok yang mengungkapkan kekesalannya dimedia sosial Facebook, melontarkan bahasa tidak terima di mintai biaya parkir.
"Pasar baru proklamasi Rengasdengklok mulai dipungut biaya parkiran sekali masuk Rp 3000 untuk motor dan Rp 5000 untuk mobil. Moal mantak barokah sia," cetusnya dalam postingannya.
Sebelumnya, salah seorang pedagang mengeluhkan adanya biaya yang harus dikeluarkan setiap harinya sebesar Rp 20 ribu/hari dengan rincian, Rp 2 ribu, Rp 5 ribu untuk keamanan dan pembuangan sampah, Rp 13 ribu untuk listrik sama sewa lapak.
"Yang penagihan Rp 5 ribu ada karcisnya, sedangkan yang lainnya tidak ada karcisnya atau kwitansinya. Saya yang baru berjualan sangat keberatan karena kalau di pasar baru cari langganan pembeli masih susah apalagi sekarang dalam keadaan begini dagangnya," pungkasnya. (red)
Dilansir dari media online
Editor : Admin Rakyatjelata