rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Polrestabes Surabaya Maksimalkan 8 Pos Pantau Bulan Ramadhan

avatar rakyatjelata.com

SURABAYA,rakyatjelata.com  - Pastikan kamtibmas aman dan kondusif di Kota Surabaya pada setiap akhir pekan, Polrestabes Surabaya menerjunkan personel gabungan yang terdiri dari tiga pilar.

Personel dari TNI Polri dan Pemerintah Kota Surabaya ini disebar pada titik rawan gangguan kamtibmas untuk melakukan pemantauan, pengamanan dan berpatroli.

Baca Juga: Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Tak Kunjung Usai, Polrestabes Belum Tetapkan Sebagai DPO

Ada sedikitnya 8 Pos pantau yang telah ditentukan oleh Bagops Polrestabes Surabaya antara lain, Pos Pantau Taman Bungkul, Bambu Runcing, Cito, Jalan Arjuno, Pakuwon Mall, Simpang Empat Jalan Dupak Demak, Simpang Empat Calvados (MERR) dan Pos Pantau Simpang Tiga depan Ciputra World.

Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim, Kombes Pol Pasma Royce mengungkapkan bahwa dinamika kegiatan masyarakat di akhir pekan terjadi peningkatan.

Banyak kegiatan yang perlu mendapatkan pengawalan dan pengamanan sehingga dapat berjalan lancar, aman dan kondusif terlebih ini bukan Ramadhan,ujar Kombes Pasma,Senin (27/3)

Baca Juga: Ketua Bhayangkari Surabaya: Tak Ada toleransi pelaku kekerasan pada perempuan dan anak

Kombes Pasma menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi perhatian, yang apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerawanan-kerawanan.

Ia mencontohkan adanya konvoi kendaraan, balap liar, aksi tawuran, perang sarung, dan aksi kejahatan jalanan lainnya seperti curat, curas dan curanmor adalah kegiatan personal maupun kelompok masyarakat yang dapat mengganggu kamtibmas.

"Ini yang menjadi perhatian kita, kita hadir dengan memberikan rasa nyaman dengan kehadiran anggota di lapangan,"tegas Kombes Pasma.

Baca Juga: Kolaborasi Pemkot dan Polrestabes Surabaya Sepakat, Lawan Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Dalam kegiatan ini Kapolrestabes Surabaya juga menegaskan bahwa pihak aparat gabungan akan mendatangi dan melakukan penetrasi lokasi yang dianggap rawan.

Kita pastikan bahwa petugas hadir disana, sehingga kegiatan yang dapat menjadi potensi gangguan kamtibmas dapat kita cegah,"pungkas Kombes Pasma. (*/id@)

Editor : ida

Artikel   

Mengamati Badai PHK 2026

Oleh:Arief Supriyono Ketika Janji Pemerintah Kalah Cepat dari Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tantangan…