Masjid NAMIRA Lamongan Inspirasi Bagi Pengurus Masjid

oleh -1,848 views

Lamongan,rakyatjelata.com, Sampai detik ini aku masih heran, Kok bisa Lamongan punya masjid seperti ini. Lokasinya juga bukan di tengah kota, Malah sudah minggir sekali,Berada di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan.
Namira memang masjid yg beda,Jamaahnya selalu membludak.
Kalau Shalat Subuh jamaahnya bisa sampai 1000 orang, Paling sedikit 500 orang dari banyak penjuru desa. Setelah itu jamaah diberi sarapan gratis.
Disaat bulan puasa menyediakan makanan gratis sampai 2000 bungkus untuk buka puasa dan sahur bagi siapa saja yang datang.
Masjid ini juga jadi lokasi “kongkow” anak – anak muda, Kalau janjian ketemu mereka akan memilih ke Namira lalu mendiskusikan kegiatan mereka di sana.
Anak anak kecil pun disediakan tempat bermain yang aman untuk memberikan ingatan masa kecil bahwa masjid adalah tempat yang asyik.
Prinsipnya Dahsyat
Uang sedekah jamaah harus kembali ke jamaah secepatnya.Kami Takmir “malu” kepada ALLAH kalau uang jamaah menumpuk di Kotak Infaq atau Kas Masjid.
Kalau bisa,”Saldo Infaq itu Nol rupiah”, Yang artinya Takmir Masjid nya kreatif karena berarti selalu punya program untuk jamaah.
Masjid kalau punya saldo tidak “nol” berarti masjid gagal mempertanggung jawabkan amanah Jamaahnya,Takmirnya miskin kreativitas, Jamaah nggak dapat manfaat apa pun dari keberadaan Takmir.
Jamaah juga belum dapat pahala karena uang sedekahnya belum mengalir, Masih mandek di Kotak Infak atau Kas Masjid.
��Buka 24 jam untuk Musafir ;
��Boleh rehat & tiduran di teras ;
��Bagi yang iktikaf disediakan kawasan tenda untuk menginap tidur ;
��Makanan sahur melimpah ;
��Free WiFi sepanjang hari ;
Daya tampung parkir mencapai 400 mobil dan Tiap minggu selalu mendatangkan penceramah baru dari berbagai Kota.
Masih banyak kelebihan – kelebihan lainnya yang sulit kutuliskan, Tapi inilah cikal bakal Masjid Madani.
Berhubung banyaknya acara yang bermutu, Donatur yang datang entah darimana datangnya semakin membanjir, Lagi -lagi Takmir nya harus berpikir keras bagaimana menghabiskan uang itu.
Makin habis makin datang Donatur yang lebih besar.
“Kami hanya ingin agar sedekah dari jamaah segera berubah jadi pahala, Justru kalau uangnya ngendon saja, Kami sebagai Takmir merasa berdosa dihadapan Allah”.
Sedekah mereka “terlambat segera menjadi pahala”, karena belum ada kegiatan yang diwujudkan dari uang yg kita terima”.
*HATI2 menjaga amanah*..
“Allah akan melimpahkan berkahnya kepada Pengurus Masjid yang menjalankan Amanah dengan segera”.
Motto kami:
“Usahakan Saldo bisa Nol”
SEMOGA AKAN ADA MASJID NAMIRA NAMIRA YG LAINYA……Aamiin.(Wakhid/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.