rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Belum Setahun Jembatan Cipondo Ambruk, Kabid dan Pengawas PUPR Karawang Bungkam

avatar rakyatjelata.com

KARAWANG | rakyatjelata.com - Fakta mengejutkan terungkap Jembatan Cipondo di wilayah Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, yang baru dibangun dan dibiayai APBD 2025 senilai Rp189.193.000, ternyata sudah ambruk total padahal belum genap berusia satu tahun. Yang makin memicu kemarahan publik, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan beserta tim pengawas Dinas PUPR Kabupaten Karawang sama sekali tak mau memberi penjelasan, justru memilih bungkam seribu bahasa saat dikonfirmasi.

 Data resmi menunjukkan, proyek bernama Penggantian Jembatan Cipondo itu dikerjakan CV Cahaya Utama 14, dengan spesifikasi panjang 4,50 meter, lebar 6,50 meter, dan waktu pengerjaan hanya 60 hari kalender. Dana sebesar hampir Rp190 juta dikucurkan dari kas daerah, dengan harapan hasilnya kokoh, awet, dan aman dipakai bertahun-tahun. Namun kenyataan pahit terjadi: begitu selesai dan dioperasikan, umur jembatan itu ternyata sangat singkat, baru berbulan-bulan sudah runtuh dan tak bisa dilewati lagi.

Baca Juga: Jembatan Cipondo Senilai 189 Juta Ambruk, Belum Setahun Kwalitas Prokyek di Pertanyakan

 Warga sekitar tak habis pikir. "Uang rakyat ratusan juta, dikerjakan dua bulan, tapi rusaknya cuma hitungan bulan. Di mana fungsi pengawasan? Kalau dari awal sudah diawasi benar, tak mungkin begini jadinya. Kami tanya ke petugas dinas dan Kabid-nya, dijawab diam saja, tak ada penjelasan apa-apa," ungkap salah satu warga yang kecewa berat.

 Ketika awak media berusaha meminta tanggapan ke Dinas PUPR, khususnya ke Kepala Bidang Jalan dan Jembatan serta petugas pengawas yang bertanggung jawab, mereka sama sekali tak mau berkomentar. Ada yang beralasan tidak berwenang, ada yang menghindar, bahkan ada yang menolak bicara sama sekali. Sikap bungkam ini makin menebalkan kecurigaan publik: apakah ada yang ditutupi? Apakah ada kelalaian berat, penggunaan bahan buruk, atau ada permainan di balik proyek ini?

 Kondisi jembatan yang ambruk kini membahayakan akses warga, merugikan keuangan daerah, dan mencoreng nama baik pelayanan publik. Masyarakat menuntut transparansi, evaluasi menyeluruh, dan pertanggungjawaban tegas. Tak boleh ada lagi proyek mahal tapi kualitas murah, apalagi kalau pengawas dan pejabatnya diam saja saat rakyat bertanya.

 Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun penjelasan resmi dari pihak dinas terkait penyebab runtuhnya sayap jembatan baru ini. Publik berhak tahu ke mana uang rakyat pergi dan siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan ini.

 

@di

Editor : hendro