rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

MENGERIKAN! Dugaan Pungutan Liar Bantuan Benih Padi Kementan di Kecamatan Pedes, Oknum PPL Diduga Main Tangan

avatar rakyatjelata.com
Benih padi yang masih simpang siur di Kecamatan Pedes, Karawang, beberapa masyarakat menganggap  banyak pihak yang campur tangan hingga main tangan (Foto: Dok ilustrasi)
Benih padi yang masih simpang siur di Kecamatan Pedes, Karawang, beberapa masyarakat menganggap banyak pihak yang campur tangan hingga main tangan (Foto: Dok ilustrasi)

KARAWANG | rakyatjelata.com -  Dugaan pungutan liar kembali mencuat dalam penyaluran bantuan benih padi bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan). Kali ini indikasi penyimpangan terjadi di wilayah Kecamatan Pedes, Karawang, terjadi tepatnya di tiga desa, yaitu Desa Payungsari Karangjaya, dan Jatimulya.

Berdasarkan informasi yang diterima, dugaan pungutan dilakukan oleh oknum Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang membebankan biaya kepada setiap Kelompok Tani (Poktan) saat pengambilan bantuan benih tersebut.

Baca Juga: MIRIS! Gapoktan Kutaraharja Ditarik Biaya Angkut Rp2 Juta untuk 4 Ton Benih Padi, Padahal Pusat Prioritaskan Gratis

Padahal, pemerintah pusat telah menegaskan bahwa bantuan ini diberikan secara cuma-cuma atau gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.

 Berikut rincian volume bantuan benih padi yang diterima di tiga desa tersebut:

 - Desa Payung Sari: Total bantuan mencapai 8.900 kg yang terbagi untuk 11 Poktan.

- Desa Karangjaya: Menerima bantuan sebanyak 5.300 kg untuk 5 Poktan.

- Desa Jatimulya: Mendapatkan alokasi sebesar 7.750 kg yang dibagikan ke 6 Poktan.

"Kami mendengar keluhan dari para pengurus Poktan di tiga desa itu. Mereka mengaku dipungut biaya oleh oknum tertentu yang diduga PPL saat mengambil benih di titik penyerahan. Padahal benih itu datangnya dari pusat gratis, biaya angkut dan operasional seharusnya sudah dianggarkan," ungkap narasumber yang tidak mau sebut namanya. Selasa (28/04).

Kondisi ini tentu sangat merugikan petani. Dengan total bantuan yang mencapai puluhan ribu kilogram tersebut, seharusnya bisa sangat membantu meringankan beban petani, namun justru menjadi beban baru karena adanya pungutan di lapangan.

Sementara itu, Ketua Umum  LSM F12 H Ade Hidayat meminta agar pihak Dinas Pertanian maupun tim inspeksi segera turun tangan untuk memverifikasi kebenaran informasi ini. Mereka menuntut agar oknum yang berani memungut uang dari bantuan rakyat ini segera ditindak tegas.

"Jangan biarkan bantuan pangan negara dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oknum. Benih gratis harus sampai ke tangan petani 100% tanpa ada potongan apapun," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, PPL dikonfirmasi awak media hanya menjawab singkat.

"Tidak ada pengkondisian, apa lagi kami memungut sepeser pun, karena bantuan benih dari pusat gratis," ucap singkat PPL inisial U.  (adi)

Editor : hendro