KARAWANG | rakyatjelata.com - Kejadian yang memilukan kembali terjadi di dunia pertanian, khususnya terkait penyaluran bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian (Kementan). Kali ini, pernyataan mengejutkan datang dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Tanjung, Kecamatan Banyusari.
Saat dikonfirmasi terkait alur distribusi dan nasib bantuan benih padi yang seharusnya sampai ke tangan petani, PPL Tanjung justru memberikan jawaban yang membuat hati miris.
"Yang tahu semua proses, data, dan alur penyaluran itu bukan kami, melainkan UPTD," ungkap PPL tersebut dengan nada kecewa, Sabtu (25/04/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa pihak yang seharusnya berada di garis depan mendampingi petani justru tidak memiliki akses atau wewenang penuh terhadap data dan penyaluran bantuan negara. Hal ini memunculkan pertanyaan besar, bagaimana mungkin bantuan yang bertujuan meringankan beban petani justru dikelola sedemikian rupa hingga pihak lapangan pun tidak mengetahui detailnya.
Kondisi ini semakin memperparah kekhawatiran para petani yang selama ini menanti-nanti kedatangan benih berkualitas. Ketidakjelasan informasi dan adanya pernyataan bahwa "semua yang tahu UPTD" membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah benar bantuan tersebut disalurkan sesuai aturan, atau justru ada hal yang disembunyikan di balik layar.
"Kami sebagai awak media bingung, mau tanya ke PPL katanya bukan wewenang mereka, katanya semua di tangan UPTD. Padahal kan ini bantuan untuk petani," ujarnya.
Hasil pantauan awak media Dua Desa yaitu Desa Banyuasih dan Tanjung kecamatan Banyusari,patut diduga penyaluran benih tidak maksimal atau tidak tepat sasaran, apa lagi desa Banyuasih saat dikonfirmasi salah satu poktan mengatakan benih padi sudah ditanam, sementara desa Banyuasih lagi musim pasca panen kurang dua puluh hari lagi panen, ini jelas patut dicurigai, dinas Terkait Dinas pertanian ,ketahanan pangan dan perikanan harus melakukan sidak ke desa tersebut. Apa lagi didesa kutaraharja aneh saja ko biaya angkut yang sebanyak 4 ton lebih untuk 8 kelompok tani( poktan) sebesar 2juta.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci dari pihak UPTD terkait pernyataan tersebut, hanya mengatakan," Mas saya kira sudah turun kelapangan apakah ada informasi dari petani kalau UPTD yang mengkondisikan program benih padi kesetiap petani atau poktan silakan cek langsung,".ucap singkat UPTD
Masyarakat berharap adanya transparansi penuh agar bantuan dari pusat benar-benar sampai ke tujuan dan tidak menjadi sumber masalah baru yang menyengsarakan.
@di
Editor : hendro