KARAWANG | rakyatjelata.com - Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPK GMNI) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menyoroti persoalan yang tengah dihadapi para pedagang pasar tradisional di Kabupaten Karawang terkait distribusi bahan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah pedagang pasar di Karawang salah satunya di pasar johar mengeluhkan kesulitan memperoleh pasokan bahan pangan karena meningkatnya kebutuhan distribusi untuk program MBG. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan pedagang kecil di pasar tradisional, terutama jika distribusi bahan pangan lebih terserap untuk kepentingan program tersebut tanpa memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi pedagang pasar.
Ketua DPK GMNI UBP Karawang, Jeje Zaenudin, menilai bahwa persoalan ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam pengelolaan distribusi bahan pangan di daerah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pedagang kecil berpotensi semakin terpinggirkan oleh sistem distribusi yang tidak berpihak kepada mereka.
“Para pedagang kecil di pasar tradisional merupakan bagian penting dari roda ekonomi rakyat. Jangan sampai mereka justru menjadi korban dari sistem distribusi program yang tidak memperhatikan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil,” ujar Jeje.
DPK GMNI UBP Karawang menilai pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi terhadap mekanisme distribusi bahan pangan agar tidak menimbulkan kelangkaan pasokan di pasar serta tidak memicu tekanan ekonomi bagi pedagang kecil.
Baca Juga: DPK GMNI UBP Karawang Soroti Inkonsistensi Board of Peace di Tengah Konflik Israel dan Iran
Selain itu, Jeje Zaenudin juga mendesak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Karawang Merdeka untuk turut mengambil peran aktif dalam mengawal persoalan ini. Menurutnya, GMNI sebagai organisasi perjuangan memiliki tanggung jawab moral untuk berada di garis depan dalam membela kepentingan rakyat kecil.
“Kami mendesak DPC GMNI Karawang Merdeka di bawah kepemimpinan Ketua DPC, Silvan Daniel Sitorus, agar bersama-sama mengawal isu ini secara serius. GMNI harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan bahwa para pedagang kecil di Karawang tidak tertindas oleh sistem distribusi dalam pelaksanaan program MBG,” tegas Jeje.
DPK GMNI UBP Karawang menyatakan akan terus mengawal isu ini serta membuka ruang advokasi bagi para pedagang kecil agar aspirasi mereka dapat tersampaikan kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait.
Red
Editor : hendro