SAMPANG, | rakyatjelata.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin asupan gizi layak bagi anak-anak sekolah di Kabupaten Sampang justru menuai kecaman keras.
Pelaksanaan MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Banjar Talelah Kecamatan Camplong diduga jauh dari standar kelayakan dan mencederai tujuan utama program, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: MBG Dipersoalkan Antara Program Mulia Atau Petaka
Kekecewaan tersebut mencuat setelah seorang guru meluapkan kemarahannya secara terbuka melalui unggahan media sosial.
menyusul penyaluran MBG pada Selasa, 13 Januari 2026. Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memantik reaksi publik.
Dalam unggahannya, guru tersebut secara blak-blakan mengungkapkan kondisi makanan yang dinilai semakin hari semakin memprihatinkan.
Ia mengaku baru pertama kali angkat bicara karena kualitas menu yang disajikan telah melewati batas kewajaran.
Sorotan paling keras diarahkan pada buah-buahan yang disertakan dalam paket MBG Mentimun, semangka, hingga nanas yang diterima siswa disebut dalam kondisi layu, tidak segar, bahkan dinilai sudah tidak pantas dikonsumsi anak-anak.
“Semakin ke sini semakin buruk tulis guru tersebut, sebuah kalimat singkat yang mencerminkan akumulasi kekecewaan dan kemarahan terhadap pengelolaan program.
Baca Juga: H. Nanang Komarudin: MBG Terancam Jadi Proyek Politik, Bukan Program Gizi Anak
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan tata kelola SPPG dapur Banjar Talelah.
Program nasional yang menghabiskan anggaran negara ini seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi bukan justru berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
Unggahan itu juga menyiratkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan MBG.
Guru tersebut menegaskan bahwa anak-anak bukan objek uji coba, apalagi tempat membuang bahan makanan yang tidak layak.
“Program ini untuk mencerdaskan generasi bukan menyuguhkan makanan yang bahkan orang dewasa pun enggan memakannya,” tulisnya lagi.
Hingga berita ini diturunkan pihak SPPG maupun pengelola dapur Banjar Talelah belum memberikan klarifikasi resmi
Sikap diam tersebut justru menambah panjang daftar pertanyaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Sampang.
Masyarakat kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh audit terbuka serta tindakan tegas dari pihak berwenang agar program yang menyangkut masa depan anak-anak tidak berubah menjadi proyek formalitas semata.
Editor : Admin Rakyatjelata